Berita Terkini: Polisi Sebutkan Bahwa Penulisan Buku Jokowi Undercover Tak Dilengkapi dengan Akurasi Data yang Valid !

    0
    605
    Jokowi Undercover
    Copyrigt©tmpo

    Berita Terkini: Polisi Sebutkan Bahwa Penulisan Buku Jokowi Undercover Tak Dilengkapi dengan Akurasi Data yang Valid !

    Indowarta.com– Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa dari hasil penelusuran yang telah dilakukan, diketahui bahwa penyusunan buku “Jokowi Undercover : Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri” ini telah disusun tanpa data yang akurat. Bambang Tri Mulyono yang merupakan penulis buku tersebut tidak bisa mempertanggungjawabkan isi dari bukunya itu.

    Boy pada saat di Kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Selasa 3 Januari 2017 mengatakan bahwa ini tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh si penulis. Ini hanya merupakan pemikiran sendiri, tidak didukung oleh data primer ataupun sekunder.

    WAJIB BACA :  Berita Terkini: Presiden Jokowi Akhirnya Angkat Bicara Soal Buku Jokowi Undercover !

    Pihak Polri telah memulai penyelidikan kasus ini semenjak awal bulan Desember 2016 yang lalu. pada awalnya tim Patroli dunia maya telah menemukan konten buku Bambang di Media Sosial. setelah itu mereka melakukan penelusuran.

    Boy mengatakan bahwa berdasarkan penelusuran itu lah diketahui bahwa buku itu berisi hal yang tendensius yang juga tidak jelas dari mana sumber datanya. Hal ini juga didukung bahwa pihak polisi telah mendapatkan laporan mengenai buku itu dari masyarakat.

    Jokowi Undercover
    Copyrigt©makassarterkini

    Beberapa ahli pun sebelumnya juga telah dimintai keterangannya. Ahli tersebut terdiri dari ahli pidana, ahli sosiologi, ahli bahasa, hingga ahli sejarah karena menyangkut sejarah dari masa lalu. setelah itu polisi melakukan penangkapan dan juga melakukan penahanan terhadap Bambang di kediamannya selaku penulis buku itu.

    WAJIB BACA :  Berita Terkini: Presiden Jokowi Akhirnya Angkat Bicara Soal Buku Jokowi Undercover !

    Boy menyebutkan bahwa berdasarkan kesimpulan sementara dari analisis dan juga keterangan dari para ahli, buku ini tidak didukung data yang bisa dipertanggunjawabkan sehingga pelanggaran hukum semakin menguat.

    Bambang menuliskan bahwa Jokowi telah memalsukan data pada saat mengajukan diri sebagai calon presiden 2014 lalu. selain itu dirinya juga telah menyebutkan bahwa Desa Gironto, Boyolali merupakan basis dari informasi Partai Komunis Indonesia terkuat se Indonesia. Padahal PKI telah dibubarkan sejak tahun 1966.

    Bambang menuliskan bahwa seolah oleh hal itu nyata tanpa memiliki dokumen pendukung tulisannya. Bambang dikenakan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

    baca juga :

    Berita Terkini: PDIP Langsung Pecat Bupati Klaten Yang Kena OTT KPK !

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY