Berita Terbaru: Sumber Buku Jokowi Undercover Dari Obrolan Medsos, Dicetak Sendiri Kemudian Dipasarkan Lewat FB !

0
1629
jokowi undercover
Copyrigt©adibsusilasiraj

Buku Jokowi Undercover Ditolak Sejumlah Penerbit!

Indowarta.com– Buku Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri rupanya pernah diajukan ke sejumlah penerbit. Sayangnya para penerbit tidak bisa menerima. Dengan alasan isinya merupakan opini pribadi dari Bambang Tri Mulyono, penulis buku.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto. Seperti yang dikutip dari pernyataannya, Bambang Tri Mulyono mencoba lewat penerbit tetapi ditolak karena sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tak patah semangat akhirnya Bambang mencari percetakan biasa dan mencetak buku Jokowi Undercover sendiri. Ia juga memasakan buku karyanya lewat media sosial FBm bukan toko buku. Sebagai tindak lanjut pengusutan buku yang dianggap fitnah terhadap Presiden RI Joko Widodo, Polisi akan melakukan pelacakan tempat dimana buku tersebut dicetak.

Tak hanya itu polisi juga akan menyelidiki siapa saja yang telah membeli buku Jokowi Undercover dari Bambang. Sampai sekarang juga belum diketahui berapa jumlah buku yang berhasil terjual.

Jokowi Undercover
Copyrigt©makassarterkini

Rikwanto menambahkan distribusi buku Jokowi Undercover sedang dilacak. Ada berapa pemesanan dan siapa saja pembelinya. Karena di dalam buku karangan Bambang memuat Jokowi sudah membuat data palsu ketika mengajukan diri sebagai calon presiden 2014 silam.

Ia bahkan menyebutkan Desa Giriroto Boyolali adalah basis PKI paling kuat di Tanah Air. Padahal Partai Komunis Indonesia sudah dibubarkan sejak 1996 silam.

Polisi berusaha menguak sumber data yang diperoleh Bambang untuk menyelesaikan bukunya itu. Rupanya Bambang emngambil data hanya sebatas melalui obrolan di media sosial. Sejauh ini ia menganalisa sendiri obrolan di dunia maya, dikumpulkan kemudian disimpulkan sendiri.

Penulis buku Jokowi Undercover tidak melakukan riset dari sumber lain tentang data yang ia terima. Bahkan tidak ada riset lapangan.

Dalam bukunya menyebutkan Jokowi dan Jusuf kalla menjadi tersohor atas keberhasilan media massa dalam melakukan pembohongan terhadap rakyat. Ini lah yang membuat penulis dijerat pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

baca juga :

Berita Terkini: Penulis Buku Jokowi Undercover Bermotif Menarik Perhatian Rakyat, Dijerat 2 UU Sekaligus !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY