Berita Terkini: Diduga JP Morgan Melemahkan Stabilitas Keuangan Negara!

0
724
JPMorgan
Copyrigt©tribunnews

JP Morgan Diduga Membuat Stabilitas Keamanan Nasional Kacau !

Indowarta.com– Akhirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memutuskan hubungan kerja sama dengan JP Morgan Chase Bank. Keputusan ini didukung oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadalia.

Menurut Bahlil, JP Morgan cukup berbahaya karena menimbulkan opini merusak sehingga dapat menggoyangkan perekonomian negara berkembang. Salah satunya adalah Indonesia.

Saat ditemui di Denpasar Bali, Bahlil mengatakan jika JP Morgan menciptkan pendapat negatif di luar terkait Indonesia. Sehingga stabilitas keuangan negara akan terganggu. Akhirnya mereka dapat mengeruk keuntungan dan menggoyangkan perekonomian nasional.

JPMorgan
Copyrigt©efekgila

Surat keputusan terkait pemutusan hubungan kerja sama Indonesia dan JP Morgan diterbitkan berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor 5-1006/MK/8/2016. Surat Menteri tersebut dikeluarkan tertanggal 17 November 2016. Dengan begitu JP Morgan tidak mempunyai wewenang kepemilikan bank persepsi yang menampung dana tax amnesty.

Insiden JP Morgan memperlihatkan adanya agresif pihak negara lain untuk menghancurkan stabilitas negara. Sehingga ia dengan mudah mengambil untung dari situasi tersebut.

Sebagai program tax amnesty, tidak semestinya JP Morgan terus dilibatkan. Karena bank ini mempunyai sistematis untu melemahkan Tanah Air. Seperti Agustus 2016 kemarin, JP Morgan meminta investor Asing mengurangi obligasi di Indonesia. Ia juga melakukan prospek perekonomia di Asia buruk. Hal ini karena ketakutan adanya suku bunga naik di Amerika Serikat.

Selain kasusuitu, opini negatif juga dihampiri devaluasi Yuan China. Sehingga prospek mata uang Asia negatif. Apalagi JP Morgan mensejajarkan situasi Indonesia dengan di pasar Brazil.

Ia menurunkan Brazin dari Overweight ke netral. Sedangkan Indonesia diturunkan dari overweight menjadi underweight. Sementara Turki diturunkan dari netral menjadi underweight.

Alasan itulah membuat Bahlil menduga adanya pihak luar negeri yang menciptakan instabilitas di sektor perekonomian dan keuangan. Kasus tersebut dikaitkan dengan adanya peningkatan tekanan politik Pilkada dengan kasus dugaan penistaan Agama oleh Ahok.

Saat ini riak politik nasional berada di dalam sistem dan mekanisme berdemokrasi. Sehingga ada upaya pihak luar untuk membuat perekonomian kaku.

baca juga:

Berita Terkini: Riset JPMorgan Chase Bank yang Berujung Pemutusan Kontrak Oleh Sri Mulyani !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here