Berita Terkini: Menelisik Siapakah Dalang Intelektual Dibalik Buku Jokowi Undercover ?

0
1255
Jokowi Undercover
Copyrigt©tmpo

Polisi Menduga Penulisan Buku Jokowi Undercover Ada Auktor Intelektual.

indowarta.com– Buku Jokowi Undercover menghebohkan publik belakangan ini. karena kontennya dianggap penuh kontroversi. Selain itu Polisi menduga ada auktor intelektual di balik terbitnya buku yang ditulis dan diterbitkan oleh Bambang Tri Mulyono.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kemarin. Ia mengatakan dugaan adanya penyokong itu dimungkinkan. Dan kemungkinan penyokong itu pasti emngarag ke sumber tertentu.

Boy mengatakan hal tersebut didasari beberapa fakta. Yakni penyidik ragu akan kemampuan intelektualitas Bambang selaku penulis Jokowi Undercover. Apalagi buku tersebut dapat diterbitkan. Beberapa kalimat dalam isi bukunya tidak sistematis.

Pasalnya terdapat sejenis keraguan atas kapasitas terhadap penulis bukun Jokowi Undercover yang tidak didukung data –primer dan sekunder. Selain itu dalam penerbitannya, buku Jokowi Undercover membutuhkan data yang besar. Apalagi terkait dengan proses pendistribusiannya.

Jokowi Undercover
Copyrigt©tstatic

Dengan alasan itulah, polisi memprediksi ada pihak yang telah mendukung dana atas penerbitan buku Jokowi Undercover tersebut. Selama ini petugas baru menerima informasi terkait jumlah buku yang telah terjual. Yaitu sekitar 200 samapi 300 eksemplar.

Atas informasi tersebut, penyidik akan terus mengembangkan informasi. Menelisik siapa dalang yang disebut- sebut auktor intelektual dalam kasus ini.

Sebelumnya diinformasikan bahwa penulis Bambang Tri Mulyono telah ditangkap Bareskrim Polri. Yang bersangkutan diamankan setelah dilakukan penyelidikan atas dugaan penyebaran berita kebencian. Khusunya terhadap presiden RI Joko Widodo dalam buku Jokowi Undercover.

Bambang menyebutkan, Jokowi sudah membuat data palsu saat mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2014 lalu. Atas karyanya tersebut, ia dijerat Pasal 16 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Ia juga dijerat pasal 28 ayat 2 UU ITE. Dikarenakan sudah menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhan terhadap individu atas kelompok tertentu.

Dalam pasal tersebut, siapa saja yang menimbulkan kebencian terhadap ras dan etnis tertentu akan dipidana dan didenda paling banyak 500 juta rupiah.

baca juga :

Berita Terkini: Ditangkap Polisi Lantaran Tulis Buku Jokowi Undercover, Akun FB Bambang Tri Kok Menghilang?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here