Berita Hari Ini: Akankah Sistem Verifikasi Mampu Menangkal Penyebaran Berita Hoax !

0
759
Berita Hoax
Copyrigth©ilustrasi

Berita Hari Ini: Akankah Sistem Verifikasi Mampu Menangkal Penyebaran Berita Hoax !

Indowarta.com– Kementerian Komunikasi dan Informatika kini akan menggelar kerjasama dengan Dewan Pers guna menyaring media online sehubungan dengan informasi palsu atau yang sering kali disebut dengan nama berita hoax. Kini telah merak beredar berita hoax di kalangan masyarakat.

Dalam proses verifikasi, menurut Dewan Pers ada dua hal yang harus diperhatikan. Dua aspek tersebut adalah aspek legalitas dan juga aspek pemberitaan. Aspek legalitas meliputi apakah pengelola situs ini sudah berbadan hukum sedangkan aspek pemberitaan ini meliputi apakah telah sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Salah satu anggota Dewan Pers yakni Nezar Patria mengatakan “Media-media ini akan kita cek apakah berbadan hukum atau tidak, bagaimana strukturalnya termasuk jajaran redaksinya, lalu apakah pengelolanya sudah mendapat lisensi standar kewartawanan atau tidak”.

Nezar mengatakan bahwa pihaknya juga melihat konten yang diproduksi media yang bersangkutan. Pihaknya akan melihat berdasarkan standar pemberitaan. Apakah media bersangkutan ini telah melaksanakan prosedur praktik jurnalistik secara profesional atau tidak.

Berita Hoax
Copyrigth©ilustrasi

Tidak hanya melakukan monitoring saja, pihaknya juga akan menggunakan data-data pengaduan yang telah didapatkan. Apakah benar medai yang bersangkutan ini sudah pernah diadukan atau belum. Lalu apakah juga akan dilihat media yang bersangkutan ini memberikan respon terhadap aduan tersebut sesuai dengan kode etik jurnalistik atau tidak.

Setelah itu, media yang sudah berhasil terverifikasi ini akan diberikan seperti barcode oleh Dewan Pers yang terhubung dengan sistem data. Namun pengamat media dan komunikasi yakni Agus Sudibyo mengatakan bahwa langkah pemerintah ini hanya akan memberikan imbas kepada konsekuensi hukum terhadap pengelola media saja. jadi tidak akan berimbas kepada perilaku pembaca yang hanya membaca menurut mereka mana berita yang menarik.

Agus mengatakan “Tidak efektif yah. Artinya sebenarnya barcode hanya akan membedakan mana yang media jurnalistik mana yang bukan. Yang media jurnalistik itu bisa ditangani dengan UU Pers. Yang non jurnalistik bisa ditangani dengan KUHP”. Menurut Agus, namun apabila dilihat dari kecenderungan readership masyarakat, masyarakat tidak akan mau melihat itu.

baca juga :

Wow, ,Indonesia Punya 640 Titik Harta Karun Lho Dibawah Laut !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here