Berita Terkini: Polisi Usut Dugaan Fitnah Akun FB yang Sebut Wartawan Buzzer Ahok !

0
791
FB

Berita Terkini: Polisi Usut Dugaan Fitnah Akun FB yang Sebut Wartawan Buzzer Ahok !

Indowarta.com– Subdirektorat Cyber Crime Polda Metro Jaya kini telah menelurusuri akun media sosial Fb Eko Ptasetia yang telah mengunggah sebuah foto wartawan peliput sidang calon Gubernur DKI Jakarta Nonaktif yakni Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa dengan nama Ahok. Akun tersebut menyebutkan bahwa wartawan itu merupakan buzzer.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan di Mapolda Metro Jaya pada hari Rabu 11 Januari 2017 mengatakan bahwa hal ini sedang didalami oleh cyber crime. Pewarta Foto Indonesia atau PFI ini telah secara resmi melaporkan akun Fb yang bernama eko Prasetia ke Polda Metro Jaya pada hari Rabu kemarin.

WAJIB BACA :  Buat Status Di FB Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, ARP Minta Maaf!

Lucky Pransiska yang merupakan ketua dari PFI mengatakan bahwa pihaknya kini merasa keberatan mengenai foto yang telah diunggah oleh akun tersebut. Foto itu telah diunggah pada  hari Selasa 10 Januari 2017. Foto yang telah diunggah oleh akun tersebut menunjukkan beberapa pewarta foto yang tengah duduk di trototar mengikuti jalannya persidangan Ahok kemarin.

Lucky menyebutkan bahwa yang menjadi permasalahan adalah caption yang telah menyebutkan para wartawa itu merupakan buzzer Ahok. Selain itu di dalam captio juga menyebutkan bahwa mereka disamakan dengan wanita panggilan asal China.

FB

Lucky mengatakan bahwa para pewarta tersebut yang ada di dalam foto sedang menunggu persidangan Ahok. Lalu secara tiba-tiba ada seseorang lelaki yang lewat mengatakan “Oh ini tinggal wartawan nih yang belum difoto”. Setelah itu pria yang tidak diketahui identitasnya itupun mengeluarkan ponselnya dan memotret watawan.

WAJIB BACA :  Sering Terima Intimidasi, LBH Padang Tawarkan Pendampingan untuk Dokter Fiera Lovita!

Laporan ini telah diterima oleh Polisi pada tanggal 11 Januari 2017 dengan nomor LP/147/I/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus. Eko dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik atau fitnah melalui media elektronik sesuai dengan pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Hingga saat ini kasus ini masih diterlusuri oleh polisi.

baca juga :

Berita Terkini: Meski Mengaku Beri Dukungan Penuh Untuk Ahok, Gus Nuril Buka Suara Alasan Tak Bisa Pilih Ahok di Pilkada DKI !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY