Salju Mulai Turun di Sekitar Area Italia, Ramalan Kiamat Sudah Dekat Makin Terbukti?

0
3770
ramalan kiamat
Copyrigth©liputan6

Ramalan Kiamat Matteo Terjadi Di Selatan Italia Diiringi Tetesan Air Mata Lukisan Bunda Maria !

indowarta.com– Berita terkait ramalan Kiamat terus dipertanyakan. Seperti halnya  ramalan Kiamat yang disampaikan oleh seorang filsuf Matteo Tafuri. Kala itu ia hidup diantara 1492 sampai 1582. Dalam kesehariannya ia amat disegani masyarakat di Apulia, Italia.

Dalam ramalan Kiamat Matteo mengatakan pada abad ke 16, ia menyampaikan nurbuat. Bahwa akan ada hujan salju yang terjadi selama 2 hari berturut- turut. Hujan salju ini terjadi di wilayah pantai di Salento, atau sekarang terkenal menjadi tujuan wisata resor.

Hujan salju tersebut diduga sebagai tanda hari akhir akan segera datang. Benarkah yang disampaikan filsuf tersebut adalah ramalan Kiamat? Saat itu tidak ada bukti ilmiah yang mendasari ramalan Kiamat dari nya. Muncul pertanyaan apa hubungannya hujan salju di dekat pantai Italia dengan skenario kiamat?

Beberapa penganut teori konspirasi mulai memikirkan ramalan Kiamat tersebut. Mereka yang selama ini percaya dengan takhayul mulai memikirkannya.

ramalan kiamat
Copyrigth©liputan 6

Rupanya, Matteo menggunakan dasar bahwa salju jarang turun di selatan Italia. Karena wilayah tersebut mempunyai suhu hangat. Ia mengatakan pohon palem salento dan angin hangat dari selatan, Salento bersalju tapi tak pernah tersentuh. Dua hari salju, dua kilatan di langit. Aku tahu dunia akan berakhir, tapi aku tak pernah merindukannya.

Dari ramalan Kiamat Matteo, tanggal 10 Januari 2017 banyan turun salju di Salento hingga serpihannya turun deras. Arti dari dua kilatan adalah erupsi supervolcano atau gunung api super. Jika meletus menyebabkan kerusakan mirip dengan tabrakan asteroid.

Selain hujan salju, ramalan Kiamat lainnya adalah lukisan Bunda Maria Di gereja Holy Archangel Michael mengeluarkan air mata. Presiden gereja mengatakan saat pendeta usai memimpin ibadah Minggu pagi, salah saju jemaat melihat air keluar dari mata lukisan itu.

Pendeta kemudian mengambil lap dan menghapusnya, menciumnya dan mengatakan seperti bau dupa. Beberapa hari kemudian wajah lukisan dibasahi tetesan air.

baca juga :

Berita Terkini: Nasa Benarkan Sungai Eufrat Mengering, Tanda-tanda Hari Kiamat Makin Dekat ?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY