Ditanya Soal JP Morgan, Begini Jawaban Santai Sri Mulyani !

    0
    935
    Sri Mulyani

    Ditanya Soal JP Morgan, Begini Jawaban Santai Sri Mulyani !

    Indowarta.com- Menteri Keuangan yakni Sri Mulyani Indrawati telah mendapatkan pertanyaan mengenai JPMorgan Chase bank. Pertanyaan tersebut datang dari Komisi XI Dewan Perawkilan Rakyat. Sebelumnya Sri Mulyani telah memutuskan kontrak dengan JPMorgan untuk segala hal kemitraan.

    Pertanyaan ini muncul dari Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng pada saat rapat kerja dengan Sri Mulyani yang di gelar di Gedung DPR. Rapat ini digelar pada hari Rabu 18 Januari 2017.

    Sri Mulyani menjelaskan bahwa adanya hubungan pemerintah dengan JPMorgan ini berawal dari kebutuhan dalam manajemen utang. Pemerintah memerlukan dealer utama sebagai perantara dari surat utang yang diterbitkan.

    Sri Mulyani menjelaskan “Kerja sama ini bagi dealer utama dalam rangka untuk fasilitas yang saling menguntung kan agar dalam issuance bond, pemerintah mendapatkan tawarn yang paling baik dari sisi harga, yield dan itu diadakan dalam konteks ke seluruh manajemen utang pemerintah sehingga profil risiko yang semakin kecil”.

    Sri Mulyani

    Karena berpengaruh langsung terhadap investor dari dalam dan juga luar negeri yang menginginkan kepemilikan surat utang dari pemerintah Indonesia, posisi dealer utama ini memanglah sangat penting. Terutarama pada sisi sentimen.

    Sri Mulyani pun menjelaskan “Kami dengan JP Morgan dan lainnya mengaharapkan seluruh partner bisa menjaga confident. Itu hanya bisa ditegakkan apabila ada unsur kredibilitas”. Namun berdasarkan hasil riset yang telah dikeluarkan oleh JPMorgan pada bulan November 2016 silam telah menimbulkan gejolak pada stabililtas sistem keuangan nasioal. Hal ini terjadi pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang juga menimbulkan gejolak pasa keuangan global.

    Sri Mulyani menegaskan bahwa pihaknya ini telah menganggap adanya suat momen JPMorgan melakukan assessment pada titik dalam situasi yang tidak pasti.

    Sehingga telah dilakukan kajian oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) terhadap riset yang sudah dikeluarkan oleh JPMorgan itu. Telah ditemukan bahwa riset yang sudah dilakukan oleh JPMorgan itu tidak memenuhi unsur yang objektif.

    baca juga :

    Berita Terkini: JPMorgan Sengaja Permainkan Indonesia Dengan Cara Ini ?

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here