Skytrain, Kereta Tanpa Masinis Siap Beroperasi di Bandara Soekarno Hatta Juni 2017

0
2659
Copyrigth©KRjogja

Skytrain, Kereta Tanpa Masinis Siap Beroperasi di Bandara Soekarno Hatta Juni 2017

Indowarta.com – PT Angkasa Pura II berencana untuk menambah moda transportasi antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tengerang, Banten. Selain menggunakan bus, nantinya penumpang pesawat dapat berpindah terminal dengan menggunakan Skytrain.

Skytrain sendiri merupakan kereta tanpa pengemudi yang juga dikenal sebagai Automated people Mover System (APMS) seperti yang sudah ada di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Rencananya Moda transportasi ini akan mulai beroperasi pada Juni 2017 mendatang.

Menurut informasi dari Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, pengoperasian Skytrain pada Juni 2017 akan menggunakan 1 trainset yang terdiri dari kereta dengan kapasitas total dapat menampung 176 orang.

Skytrain, Kereta Tanpa Masinis Siap Beroperasi di Bandara Soekarno Hatta Juni 2017
Copyrigth©Tabloid Bintang

Moda transportasi ini dapat digunakan untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 2 ke Terminal 3 atau sebaliknya. Sementara itu, Skytrain akan beroperasi penuh dengan tiga trainset pada Agustus 2017 mendatang.

Tiga trainset tersebut memiliki kapasitas 528 orang yang akan menghubungkan Terminal 1 (T1), Terminal 2 (T2), Terminal 3 (T3) serta integrated building.

Awaluddin mengatakan, demi mengoptimalkan pelayanan, headway Skytrain pihaknya mencanangkan maksimal 5 menit dengan waktu tempuh dari T1 kemudian ke integrated building, kemudian lanjut ke T2 dan T3 ditetapkan 7 menit.

Nantinya, para penumoang pesawat atau pengunjung bandara dapat dengan mudah melihat jadwal atau waktu kedatangan dari Skytrain melalui aplikasi Indonesia Airport yang bisa diakses melalui smartphone.

Nilai investasi moda transportasi ini mencapai Rp 950 miliar yang terdiri dari investasi pengadaan trainset dan investasi pembangunan infrastuktur. Pengadaan trainset dan teknologi didalamnya disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korea Selatan. Dengan nilai investasi yang dikelarkan sebesar Rp 530 miliar.

Kereta tanpa pengemudi ini dilengkapi dengan automated guidway transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi dengan pengarah dan penggrak sendiri atau self propelled. Kecepatan operasi dapat mencapai 60 km per jam.

Untuk pembangunan infrastuktur seperti jalur dan terminalnya, PT Angkasa Pura II (Persero) berinvestasi Rp 420 miliar dimana pembangunannya dilakukan oleh KSO antara PT Wijaya Karya Tbk. Dan PT Indulexco.

Keberadaan transportasi ini akan melengkapi fasilitas trkait moda transportasi kereta bandara yang menghubungkan secara langsung Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kini moda tersebut masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan rampung pada pertengahan tahun ini sehingga dapat dioperasikan.

Melalui Skytrain dan kereta bandara ini diharapkan volume kendaraan bermotor di akses bandara maupun sekitar bandara akan berkutang sehingga arus lalu lintas makin lancar.

Baca Juga Ini Lho Alasan Kenapa Kamu Harus Pertimbangkan Ertiga Diesel Dibandingkan yang Lain !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here