Berita Terkini: Harga Cabai Mulai Melonjak, Karena Faktor Ini ?

0
1571
harga cabai
Copyright©Tempo

Harga Cabai Mulai Melonjak, Karena Faktor Ini ?

Indowarta.com – Persoalan tentang naik turunnya harga pangan memang menjadi perdebatan yang sengit. Dari waktu ke waktu, pemerintah yang sebagai pemangku kepentingan selalu berusaha untuk menyelesaikan masalah komoditas strategi seperti cabai.

Sering kali faktor alam menjadi masalah melonjaknya harga pangan, misalnya saja masalah curah hujan yang tinggi atau bahkan masalah kemarau yang panjang, sehingga berakibat pada produksi menurun ditingkat petani.

Karena hal itu pasokan ke pasar pun juga mengalami penurunan, bahkan barang menjadi langka sehingga berdampak pada naiknya harga komoditas tersebut. Selain karena faktor alam, rantai distribusi juga berpengaruh.

Berita Terkini: Harga Cabai Mulai Melonjak, Karena Faktor Ini ?
Copyright©Tempo

Pasalnya, rantai distribusi yang masih panjang juga dinilai berpotensi menjadi lahan permainan untuk mengambil untung yang berlebih dari berbagai pihak. Mulai dari pengepul, pengirim hingga Bandar di pasar.

Menurut keterangan dari Pengamat Pertanian IPB Dwi Andreas , kenaikan harga cabai diprediksi bakal stabil pada akhir bulan Februari hingga Maret mendatang. Hal itu disebabkan oleh sentra-sentra cabai di berbagai daerah akan mengalami musim panen.

Di beberapa sentra, bulan Februari ini memang mulai panen, namun panen saat ini mulai cukup terganggu karena curah hujan yang tinggi, juga rusaknya tanaman akibat penyakit, jadi itulah yang menjadi penyebab harga cabai hingga saat ini belum turun.

Andreas mengatakan, kenaikan harga cabai saat ini memang menjadi faktor utamanya yakni faktor cuaca dan petani sedang mengalami kerugian. Sehingga dengan kenaikan harga ini petani dapat menutupi kerugian yang mereka alami.

Menurutnya pemerintah tidak perlu melakukan intervensi, karena di level petani saja sudah tinggi. Hal itu terjadi karena pedagang bersaing mendapatkan pasokan cabai, sehingga jika pemerintah ikut bersaing mendapatkan pasokan itu akan membuat harga semakin tinggi.

Salah satu koordinator Gabungan Kelompok Tani asal Magelang, jawa Tengah, Tunov Mondro Atmojo membenarkan faktor cuaca mempengaruhi produksi komoditas cabai rawit. Selain faktor alam, komoditas cabai rawit merah yang ditanam oleh petani di wilayah Jawa Tengah harus melewati sembilan mata rantai distribusi untuk sampai ke tangan konsumen.

Petani dinilai belum mampu memangkas dan mengendalikan mata rantai produksi yang masih panjang. YLKI menduga fenomena kenaikan harga cabai ini ada permainan nakal dalam mata rantai tersebut.

Baca Juga Berita Terkini: Longsor di Kintamani, Bali Tewaskan 7 Korban !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here