Menyoroti Hukum Merayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam, Boleh Atau Tidak ?

    0
    1927
    Copyright©Tribunnews

    Menyoroti Hukum Merayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam, Boleh Atau Tidak ?

    Indowarta.com – Tanggal 14 Februari atau yang lebih dikenal sebagai Hari Valentine bisa jadi merupakan hari yang paling ditunggu oleh setiap remaja, baik di Tanah Airmaupun di belahan bumi lain. Pasalnya hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.

    Pada hari itu biasanya orang barat sana menjadikannya sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang, walaupun pada hakikatnya bukan hari kasih sayang melainkan hari melakukan adegan dewasa yang tidak setiap orang boleh melakukannya.

    Namun seiring dengan masuknya gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan tersebut mendapat sambutan hangat, terutama pada kalangan remaja. Biasanya mereka merayakannya dengan bertukar bingkisan dengan semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresi, memeriahkan hari Valentine setiap tahun bahkan dikalangan remaja muslim sekalipun.

    Menyoroti Hukum Merayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam, Boleh Atau Tidak ?
    Copyright©Radar Indo

    Jika dilihat dari sejarahnya, Hari Valentine menurut literature ilmiyah, sejarah itu berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Saat itu Paus Gelasius I memasukkan upacara ritual kuno Romawi kedalam agama Nasrani. Sehingga secara resmi Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

    Keterangan ini tidak mengada-ngada melainkan bersumber dari kalangan barat sendiri. Dari keterangan tersebut menjelaskan jika perayaan valentine berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi yang sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.

    Dalam tatanan aqidah Islam sendiri, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar agama lain, baik agama Nasrani maupun agama Paganis ( penyembah berhala). Jika dibandingkan dengan perayaan Natal, hampir tidak ada bedanya, keduanya sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani.

    Sehingga seharusnya MUI juga mengharamkan perayaan tersebut. Fatwa MUI tentang haramnya umat Islam mengikuti perayaan Natal masih jelas dan berlaku hingga saat ini. Sehingga seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan Hari Valentine.

    Mengingat masalah ini bukan hanya sebuah budaya melainkan terkait dengan masalah aqidah, dimana umat Islam diharamkan merayakan ritual dan hari besar agama lain.

    Semangat valentine merupakan semangat berzina. Pasalnya dalam perayaan tersebut ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama Islam, seperti pacaran, bergandeng tangan, berciuman, bahkan hubungan terlarang diluar nikah. Alasannya semua itu ungkapan rasa kasih sayang.

    Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat tidak dapat membedakan antara zina dan cinta.

    Kasih sayang menurut Islam bukan Hari Valentine. Namun wujud rasa kasih sayang menurut Islam, Islam merupakan gudangnya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang terkasih saja, bahkan kepada semua orang. Bahkan hewan termasuk yang mendapatkan kasih sayang.

    Baca Juga Inilah Sejarah Hari Guru Nasional 25 November yang Musti Kamu Ketahui !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here