Berita Terkini: Menelisik Fakta dibalik Helikopter AW101 yang Ditolak Oleh Jokowi !

0
1428
Copyrigth©Merdeka

Menelisik Fakta dibalik Helikopter AW101 yang Ditolak Oleh Jokowi !

Indowarta.com – Sepanjang sejarah TNI AU, mungkin baru sekali ada helicopter digaris polisi. Nasib tak mengenakkan ini menimpa Helikopter AW101 yang baru tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pekan lalu. pengadaan heli angkut berat ini dinilai bermasalah.

Saat ini Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto telah membentuk tim yang akan bertugas untuk mengusut tuntas kasus tersebut. sampai penyelidikan ini usai, Helikopter AW101 digaris polisi dan tak diizinkan terbang.

Polemik tersebur rupanya muncul setahun lalu saat presiden jokowi menolak untuk embelian Helikopter AW101 untuk pesawat kepresidenan. Jokowi merasa belum perlu mengganti Super Puma yang biasa digunakan untuk angkutan VVIP.

Berita Terkini: Menelisik Fakta dibalik Helikopter AW101 yang Ditolak Oleh Jokowi !
Copyrigth©Merdeka

Namun tiba-tiba sebuah Helikopter AW101 tiba di lanud Halim Perdanakusuma pekan lalu. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku jika dirinya tak tahu menahu terkait dengan hal tersebut. Begitu juga dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Rycudu.

Bola panas mengenai hlikopter buatan Inggris dan italia terus bergulir. Sebenarnya pengadaan helicopter tersebut telah diajukan oleh TNI AU dalam rencana stategis TNI AU 2014-2019. Angkatan Udara membutuhkan helicopter angkutan berat untuk menunjang kesiapan operasionalnya.

TNI AU terakhir memiliki helicopter angkut berat saat pemerintahan Soekarno. Saat itu Angkatan Udara memiliki helicopter MI-6 buatan Rusia. Tahun 1980. TNI AU meminjam helicopter Super Frelon dari Pelita Air Service untuk operasi militer di Timor Timur.

Sudah puluhan tahun TNI AU tidak memiliki heli angkut berat. Saat ini mereka hanyamengandalkan 12 heli ringan H120 Colibri dan 20 heli medium dari berbagai varian Super Puma. Pengadaan heli kepresidenan pun segera menjadi isu politik. Semua pihak ikut berkomentar.

Helicopter angkut berat tersebut dibutuhkan TNI AU untuk mengangkut personel, penanggulangan bencana hingga Search and Rescue. Dibandingkan dengan EC725 yang ditawarkan PT Dirgantara Indonesia, Helikopter AW101 lebih unggul.

AW101 mampu mengangkut hingga 5,5 ton, memiliki ramp door, pintu bagian belakang bisa diturunkan.heli berbobot 16 ton tersebut mampi diisi 38 kursi. Apabila kabin dikosongkan tanpa kursi, mampu mengangkut maksimal hingga 55 orang.

Harga AW101 sempat menjadi sorotan. Harga per unitnya USD 55 juta. Namun harga itu sudah termasuk biaya pelatihan pilot dan kru, suku cadang untuk dua tahun dan perangkat pendukung lain. Helicopter ini dinilai prima untuk misi transportasi VVIO. Berbeda dengan Super Puma yang kabarnya sering bikin was-was.

Isu lain beredar jika helicopter yang dibeli tersebut merupakan bekas dari India. India awalnya memasan 12 unit Helikopter AW101 tahun 2013 lalu. namun Kepala Staf AU India terkena kasus korupsi. Hingga baru tiga heli yang dikirim. Sisanya sudah ada yang dirakit, namun belum dikirim ke India. Heli inilah yang kabarnya kemudian dibeli TNI AU.

Baca Juga Hari Pers Nasional 2017, Presiden Jokowi Futsal Bareng Wartawan dan Terbang ke Maluku

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY