Berita Terkini: Sungai Bengawan Solo Siaga 1, 146 Desa di Dalam 16 Kecamatan Terancam Banjir !

0
492
Berita Terkini: Sungai Bengawan Solo Siaga 1, 146 Desa di Dalam 16 Kecamatan Terancam Banjir !
Copyrigth©Jowonews

Sungai Bengawan Solo Siaga 1, 146 Desa di Dalam 16 Kecamatan Terancam Banjir !

Indowarta.com – Ketinggian air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur dilaporkan terus meningkat. Hal itu bukan tanpa sebab, pasalnya curah hujan di wilayah hulu tersebut dalam tiga hari terakhir ini tinggi.

Akibat meningkatnya volume air sungai Bengawan Solo itu, sedikitnya terdapat 146 desa yang ada di 16 kecamatan terancam banjir apabila sungai terpanjang di Pulau Jawa itu meluap. Hal itu juga mengakibatkan rasa kekhawatiran sendiri bagi warga sekitar sungai.

Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bojonegoro telah menetapkan status sungai Bengawan Solo masuk level siaga satu atau siaga hijau bencana banjir sejak Kamis 16 Februari 2017 pagi.

Berita Terkini: Sungai Bengawan Solo Siaga 1, 146 Desa di Dalam 16 Kecamatan Terancam Banjir !
Copyrigth©Sindo

Naiknya volume air itu juga dapat terlihat dari papan ukur ketinggian air sungai Bengawan Solo yang berada di utara pasar Kota Bojonegoro, terlihat tinggi muka air sudah menyentuh angka 13.60 phiel scal atau 13.60 meter.

Selain curah hujan yang tinggi beberapa hari ini, kondisi itu juga diperparah dengan datangnya air kiriman dari wilayah hulu di Jawa Tengah, mulai dari Sukoharjo. Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen. Maupun datangnya air dari wilayah hulu Jawa Timur, mulai dari Kebupaten Ngawi, Ponorogo dan Madiun.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sujarwo, apabila hujan terus mengguyur wilayah hulu, maka di prediksi ketinggian air sungai Bengawan Solo juga akan terus meningkat.

Hal itu karena, Bojonegoro merupakan wilayah hilir yang selalu menerima air kiriman dari wilayah hulu. Maka dari itu Andik mengimbau kepada warga untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu air meluap ke permukiman.

Menyikapi hal tersebut, maka seluruh camat yang berada di Bantaran sungaoi Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal utama yang harus dilakukan yakni pro aktif menginformasikan kepada seluruh warganya tentang kenaikan muka air Bengawan Solo dari waktu ke waktu.

Andik menambahkan, yang lebih penting adalah agar seluruh desa beserta dengan para perangkatnya mendorong kemandirian dan ketangguhan dalam penanganan bencana banjir yang mungkin terjadi kapan saja.

Seluruhnya juga melakukan pemantauan sekaligus menginventarisir sarana dan prasarana pengendali banjir. Misalnya saja tanggul, check damp dan pintu air, serta segera berkoordinasi dengan SKPD yang membidangi.

Baca Juga Berita Terkini: Air Sungai Meluap, Ribuan Rumah di Jombang Terendam Banjir !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY