Berita Terkini: Media Asing Ikut Soroti Hasil Pilkada DKI Jakarta !

0
517
Hasil Pilkada DKI Jakarta
Copyrigth©Kompas

Media Asing Ikut Soroti Hasil Pilkada DKI Jakarta !

Indowarta.comHasil Pilkada DKI Jakarta kali ini sepertinya berhasil menyita perhatian publik khususnya warga DKI sendiri. Bagaimana tidak, dari sebelum Pilkada dilaksanakan hingga usai masih ada beberapa masalah yang mengikuti.

Mulai dari kampanye hitam hingga kecurangan saat pencoblosan. Menurut hasil hitung cepat maupun real count sementara dari KPU, menempatkan Paslon nomor urut dua Ahok-Djarot diposisi pertama, sementara posisi kedua diduduki oleh paslon tiga Anies-Sandi, dan di posisi terakhir ditempati oleh Agus-Sylvi.

Hasil Pilkada DKI Jakarta ini rupanya juga membuat media asing ikut menyoroti. Dikutip dari Kompas, media-media internasional telah sepakat menilai Pilkada DKI Jakarta 2017 ini menjadi ujian bagi toleransi antar umat beragama dan pluralism di Indonesia.

Berita Terkini: Media Asing Ikut Soroti Hasil Pilkada DKI Jakarta !
Copyrigth©Jurnas

Seperti yang telah ditulis oleh harian liberal kiri Amerika Serikat (AS). New York Times, bahwa putaran kedua Pilkada DKI Jakarta kali ini akan menjadi ujian bagi toleransi di Tanah Air.

Media asing tersebut rupanya juga menulis, kenati isu seperti pendidikan, layanan kesehatan, transportasi, dan pembangunan infrastuktur masih menjadi hal yang penting bagi pemilih.

Bahkan media tersebut berpendapat jika kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta saat ini dibayangi oleh isu keagamaan dan ras. Dimana hal tersebut jarang disaksikan pada era Demokrasi Indoensia sebelumnya.

Bagaimana pilkada DKI Jakarta dapat mengubah Indonesia rupanya juga menjadi fokus oleh stasiun televisi. Persaingan yang terjadi antara Basuki Tjahaja Purnama Atau Ahok melawan dua kandidat lain yang beragama islam.

Hal itu membuat stasiun televisi bertanya, apakah di negeri yang memiliki penduduk Muslim terbanyak di dunia ini masih berpandangan moderat?

Bahkan stasiun televisi tersebut mengungkapkan Hasil Pilkada DKI Jakarta ini mungkin akan turut menentukan siapa yang akan menjadi Presiden baru Indonesia setelah Pemilu 2019 nanti. Kekhawatiran tersebut rupanya juga disebut oleh media jerman, ARD.

ARD menuliskan laporan yang berjudul “Akhir Toleransi?”, media ‘pelat merah; terebut menulis jika selama ini Indonsia dijadikan contoh Islam yang toleran. Namun pengadilan terkait penodaan agama terhadap Gubernur yang beragama Kristen di Jakarta menunjukkkan pengaruh kaum radikal yang semakin meluas.

Saat ini pemilihan gubernur di DKI Jakarta menjadi ujian bagi toleransi. Sementara itu, harian Singapura, The Straits Times, lebih menyoroti perang proxy yang terjadi antara tiga tokoh politik terkuat di Indonesia. Pilkada DKI kali ini sepertinya digunakan sebagai perang proxy untuk Pilpres 2019 mendatang.

Diketahui, gubernur petahana didukung oleh PDI-P berhadapan dengan Partai Demokrat yang disokong oleh mantan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Gerindra dimana Ketua Umumnya Prabowo Subianto juga pernah mencalonkan diri sebagai Presiden.

Baca Juga Berita Terkini: Presiden PKS Sebut Sudah Bertemu dengan Parpol Pendukung Agus Silvy !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY