Berita Terkini: Menebak Jalur Koalisi Dalam Putaran Kedua Pilkada DKI !

0
867
Putaran Kedua Pilkada DKI
Copyrigth©Bintang

Menebak Jalur Koalisi Dalam Putaran Kedua Pilkada DKI !

Indowarta.com – Pilkada serentak yang dilaksakan di beberapa wilayah di Indonesia akhirnya belangsung secara aman dan lancar. Tiap daerah telah memiliki gambaran siapa kepala daerah yang akan datang, kecuali di DKI Jakarta.

Pasalnya peraturan mengharuskan pemenangan di DKI Jakarta harus meraih suara di atas 50%. Namun dari ketiga paslon tidak ada ada yang meraih angkat tersebut. pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dinyatakan sebagai pihak yang lolos ke Putaran Kedua Pilkada DKI.

Lalu kemanakah partai pengusung pasangan Agus-Sylvi akan berlabuh?

Jika diperhatikan, seluruh parpol pernah melakukan koalisi satu sama lain. Memang hirearki penentuan kandidat setiap partai tidak sama. Ada yang cukup diputuskan di daerah ada yang harus diputuskan di pusat.

WAJIB BACA :  Jokowi Memang Beda Pendapat dengan JK di Pilkada DKI, Tapi tetap Akur!
Berita Terkini: Menebak Jalur Koalisi Dalam Putaran Kedua Pilkada DKI !
Copyrigth©kompas

Apabila dilihat dari peta koalisi Pilkada 2017, Golkar merupakan partai yang paling banyak melakukan koalisi dengan seluruh parpol. Golkar berkompetisi dalam 98 dari 101 Pilkada menurut data KPU. Partisipasi ini menjadi paling banyak mengalahkan PDI Perjuangan selaku npartai penguasa yang telah meloloskan 90 paslon Pilkada.

Golkar paling banyak melakukan koalisi dengan Partai Nasdem yakni 49% pada pilkada 2017 ini. itu artinya 101 Pilkada, hampir setengahnya Golkar bergabung dengan Nasdem. Halinimenunjukkan hubungan baik antara kedua parpol tersebut.

PDI Perjuangan meski sering melakukan koalisi namun jarang melakukan dengan PKS. Dari 101 pilkada PDIP hanya 23 % berkoalisi dengan PKS, dan 25 % dengan Gerindra. Ini dapat menunjukkan bahwa sikap oposisi kedua partai ditingkat pusat memiliki pengaruh dalam mencegah terjadinya koalisi dengan PDIP.

WAJIB BACA :  Jokowi Memang Beda Pendapat dengan JK di Pilkada DKI, Tapi tetap Akur!

Kompetisi sengit ini rupanya bakal terlihat di Putaran Kedua Pilkada DKI. Lalu bagaimana prospek partai yang telah disebutkan itu berkoalisi dengan Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN?

PDIP cukup dekat dengan PAN, PKB, dan PPP namun kurang dekat dengan Demokrat. Sementara Gerindra dekat dengan Demokrat dan PKB namun jauh dengan PPP. Sedangkan PAN sendiri lebih dekat ke PKS dibandingkan dengan Hanura, PKB, dan PPP.

Mengingat gencarnya isu SARA pada Pilkada tahun ini, maka bagaimana prospek adanya koalisi partai-partai Islam dalam menghadapi paslon 2. Jika dilihat partai Islam tak selalu melakukan koalisi. PAN dan PPP hanya berkoalisi 20%, dengan PKB 28%. Sedangkan PKS,PPP, dan PKB melakukan koalisi masing-masing 29%.

WAJIB BACA :  Jokowi Memang Beda Pendapat dengan JK di Pilkada DKI, Tapi tetap Akur!

Dari beberapa poin di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadinya koalisi partai di Pilkada lebih didasari pada pertimbangan taktis dibanding ideologis. Partai Demokrat bisa saja memilik PKS dan Gerindra yang lebih banyak memiliki ikatan koalisi dengan Demokrat.

Terlepas dari komposisi koalisi yang akan terbentuk dalam Putaran Kedua Pilkada DKI, penentu utamanya jatuh pada pilihan publik adalah kedua paslon itu sendiri.

Baca Juga Berita Terkini: Sering Konfrensi Pers dan Banyaknya Cuitan SBY Jadi Pendorong Kuat Kekalahan AHY di Pilkada DKI ?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY