Berita Terkini: Ratusan Sopir Angkot Dan Taksi Demo Tolak Angkutan Umum Online !

0
731
Demo Sopir Angkot Dan Taksi
Copyrigth©Kompas

Ratusan Sopir Angkot Dan Taksi Demo Tolak Angkutan Umum Online !

Indowarta.com – Hari ini, Senin 20 Februari 2017 terjadi unjuk rasa di depan Bali Kota Malang. Massa merupakan ratusan sopir angkutan kota dan taksi konvensional. Mereka memprotes banyaknya angkutan yang berbasis aplikasi online yang sudah banyak beroperasi di Kota Malang.

Dalam aksi Demo Sopir Angkot Dan Taksi itu, mereka memarkir kendaraannya mengitari Alun-alun Tugu yang berada tepat di depan Balai Kota Malang. Mereka juga nampak menyampaikan aspirasinya.

Aspirasi dari para sopir adalah mereka meminta angkutan berbasis aplikasi itu ditutup dan dilarang untuk beroperasi. Seperti yang telah disampaikan oleh salah satu Ketua Jalur Angkot di Kota Malang, Hadi Purwanto I Toger.

Berita Terkini: Ratusan Sopir Angkot Dan Taksi Demo Tolak Angkutan Umum Online !
Copyrigth©Kompas

“Aplikasinya ditutup. Kalau taksi online dan Go-Jek belum berbadan hukum mohon ditutup. Khawatir ada bentrokan horisontal”.

Pada Demo Sopir Angkot Dan Taksi Hadi mengatakan, akibat yang ditimbulkan dari banyaknya angkutan berbasis aplikasi tersebut. diantaranya pendapatan seluruh sopir angkot dan taksi konvensional menurun drastis, yakni hingga 50 %.

Diketahui, saat ini taksi aplikasi maupun Go-Jek telah merajalela di Malang. Bahkan kehadiran mereka disebut-sebut telah merampas hak sopir angkot dan taksi konvensional. Sehingga mereka meminta agar aplikasinya untuk ditutup, serta Go-Jek dilarang untuk beroperasi.

Menanggapi permintaan dari para peserta Demo Sopir Angkot Dan Taksi itu, Wali Kota Malang, M Anton mengaku belum dapat memenuhi permintaan dari massa untuk menutup angkutan berbasis online.

Menurut Anton, butuh tahapan untuk menutup angkutan tersebut. baik kantor maupun aplikasi yang digunakannya. Selain itu ia juga menjelaskan jika untuk menutup aplikasinya pihaknya tidak mampu, namun kalau untuk menutup nomor hp dan meminta di blokir pihaknya memang bisa.

Namun, ia menegaskan bahwa angkutan berbasis aplikasi yang beroperasi di wilayah Kota Malang tersebut merupakan angkutan illegal. Karena, berdasarkan aturan yang berlaku, hanya angkutan yang memiliki badan hukum yang diperbolehkan beroperasi.

Angkutan yang sah hanya angkutan taksi dan mikrolet yang berbadan hukum. Seperti yang telah diketahui, memang saat ini mulai banyak angkutan umum berbasis online yang beroperasi di Kota Malang dan beberapa wilayah di Indonesia.

Diantaranya yaitu Go-Jek, Grab, Uber, Taxi Online. Sebenarnya keberadaan mereka juga lumayan menguntungkan masyarakat, karena mereka hanya memesan melalui aplikasi, maka angkutan yang mereka butuhkan pun akan datang. Akan tetapi hal itu dinilai merugikan para sopir angkot dan taksi konvensional.

Baca Juga Berita Terkini: Puluhan Pekerja Asing Mulai Meninggalkan Freeport !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here