Berita Terkini: Beginilah Kisah Sri Rabitah, TKW yang Disiksa Hingga Kehilangan Gijalnya Di Qatar !

0
736
Sri Rabitah
Copyrigth©klimg

Berita Terkini: Beginilah Kisah Sri Rabitah, TKW yang Disiksa Hingga Kehilangan Gijalnya Di Qatar !

Indowarta.com– Bupati Lombok Utara yakni Najmul Akhyar ini telah menyatakan mengenai keprihatinannya teradap kasus Sri Rabitah yang merupakan TKW asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, KLU. Sri Rabitah telah kehilangan ginjalnya di Qatar. Najmul berjanji bahwa dirinya akan berupaya agar warganya ini mendapatkan hak dalam kasusnya ini. Bahkan kasus ini akan dilaporkan ke Presiden.

Najmul pada hari senin 27 Februari 2017 mengatakan “Pertama saya merasa prihatin dengan apa yang terjadi, kami akan aktif mendampingi beliau bila perlu kita bersurat kepada Presiden”. Ungkapan Najmul itu telah diungkapkan secara langsung pada saat bertemu dengan Sri Rabitah di ruang rapat Seda KLU.

Sri Rabitah
Copyrigth©medansatu

Menurut Najmul, kasus yang menimpa kepada Sri Rabitah ini akan bisa membuka pintu masuk untuk membongkar kasus yang lainnya. Dirinya menduga bahwa nantinya akan ada banyak kejadian yang serupa namun masih luput di dalam pengawalan penyelesainnya.

Diduga Sri Rabitah ini merupakan salah satu dari banyak TKW yang telah menjadi korban Human Traficking yang melibatkan beberapa oknum perusahaan yang berkedok jasa TKI hingga para Tekong. Setelah kepulangannya tiga tahun di Tanah Air, dirinya justru mengetahui bahwa ginjalnya telah dicuri oleh majikannya sendiri.

Pada bulan Februari ini, Sri Rabitah telah melakukan foto Rontgen ke RSUD Tanjung dan telah diketahui bahwa ginjang kanannya telah hilang. Lalu dirinya pun melakukan foto rontgen yang kedua kalinya ke RSU Provinsi NTB dan telah mendapati keputusan demikian.

Sri Rabitah mengatakan “Saya berangkat ke Qatar tahun 2014 bersama tiga orang lainnya setelah lulus pelatihan di PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara, Jakarta. Saya hanya satu hari bekerja di rumah majikan saya yang bernama Madam Gadak warga negara Palestina. Perlakuannya kasar, kita kerja dari jam 5 subuh hingga jam 3 pagi dan hanya diberi istirahat satu menit untuk habiskan makanan”.

Setelah itu dirinya telah dikirim ke rumah orang tua Madam Gadak yang notabene telah menderita penyakit. Dirinya tidak tahu mengenai sakit yang diderita oleh orang tua Madam Gadak. Sesampainya Sri tidak langsung berkerja, dirinya malah dibawa oleh anak perempuan ibu itu untuk melakukan cek kesehatan pada Sri Rabitah.

baca juga :

Berita Terkini: Inikah yang Dibicarakan Ahok dan Jokowi Saat Satu Mobil !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY