Berita Terkini: Mendikbud Masih Telusuri Motif Pembuat Buku Aku Berani Tidur Sendiri !

0
513
Berita Terkini: Mendikbud Masih Telusuri Motif Pembuat Buku Aku Berani Tidur Sendiri !
Copyright©Rimanews

Mendikbud Masih Telusuri Motif Pembuat Buku Aku Berani Tidur Sendiri !

Indowarta.com – Beberapa waktu, netizen dihebohkan dengan potongan cerita yang ada dalam buku anak-anak yang berjudul Aku Berani Tidur Sendiri. Pasalnya dalam buku terebut memuat konten yang berbahaya jika sampai dikonsumsi oleh anak-anak.

Maka dari itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy hingga saat ini masih mendalami motig dibalik produksi Buku Aku Berani Tidur Sendiri. Jika nantinya terbukti ada unsur kesengajaan, maka ia memastiakan akan memberikan sanksi kepada pihak penerbit buku tersebut.

Namun, Muhadjir memberikan sinyal akan mengambil tindakan tegas kepada PT Tiga Serangkai Solo selaku induk dari perusahaan Tiga Ananda, penerbit Buku Aku Berani Tidur Sendiri. Pasalnya setiap buku yang akan diedarkan seharusnya terlebih dahulu mngikuti prosedur Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aku Berani Tidur Sendiri
Copyrigth©bukalapak

Buku yang bermuatan konten-konten negatif itu kini btelah ditarik dari peredaran, Muhadjir meminta agarpenerbit mengembalikan uang konsumen yang telah terlanjur membeli buku tersebut. sebelumnya diketahui, pihak penerbit buku tersebut mengakui telah melakukan kekhilafan dalam pengemasan materis satu buku berisi dua judul cerita tersebut.

General Manager PT Tiga Serangkai, Mas Adimuawan menjelaskan maksud dan tujuan dari Buku Aku Berani Tidur Sendiri yang telah diterbitkan tersebut yakni membantu menjelaskan kepada anak tentang pentingnya melindungi diri dari orang yang hendak berniat tidak terpuji.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, perusahaan akan mengganti bagi masyarakat yang hendak mengembalikan buku tersebut dan akan menukarnya dengan nilai yang sepadan saat membeli buku tersebut.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia  (KPAI) Asrorun Ni’am meminta kepada penulis untuk lebih paham terhadap norma-norma yang ada di masyarakat. Pasalnya penyampaian pendidikan s*ksual terhadap anak-anak perlu kehati-hatian dalam menyampaikannya.

Maka dari itu, baik penerbit atau penulis harus lebih peka terhadap sensitifitas dari masyarakat, serta tidak memaksa menerbitkan satu buku jika berpotensi menimbulkan kekhawatiran.

Dalam cupikan halaman buku yang sempat menjadi viral di media sosial memang dianggap mengajak anak untuk mast*rbasi. Sontak saja hal itu langsung menuai protes dari sejumlah kalangan. Para orang tua pun merasa khawatir akibat beredarnya buku yang bermuatan konten s*ksual tersebut.

Baca Juga Berita Terkini: Penerbit Buku Tiga Ananda Akhirnya Minta Maaf Soal Beredarnya Buku Aku Berani Tidur Sendiri !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY