Berita Terkini: Kabar Penculik Anak Di Cirebon Adalah Nenek-nenek Ternyata HOAX!

0
2164
ilustrasi penculikan
Copyrigth©merdeka

Kabar Penculik Anak Di Cirebon Adalah Nenek-nenek Ternyata HOAX!

Indowarta.com – Belakangan ini warga Kota Cirebon dihebohkan dengan kabar penculik anak yang dilakukan oleh seorang nenek yang memasuki rumah warga. Kabar tersebut pertama kali menyebar di kampung Dukuh Semar, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Menurut pengakuan dari seorang warga, Cicih, kabarnya ada warga yang langsung melapor ke pihak kepolisian karena pemilik rumah merasa khawatir dengan isu penculikan balita atau mencuri di rumah warga itu benar terjadi.

Saat kejadian, Cicih mengatakan jika pemilik rumah sedang berada di dalam rumah. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi isu yang beredar penculiknya adalah nenek-nenek. Maka lebih baik dilaporkan ke polisi agar ditindaklanjuti.

ilustrasi penculikan
Copyrigth©merdeka

Akan tetapi kabar penculikan itu tidak terbukti dan hanya hoax saja. pasalnya Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Agus Bachtiar mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai penculikan itu dari warga.

“Kami belum menerima atau menemukan adanya penculik anak yang ramai diperbincangkan di media sosial,” tutur Adi.

Adi kemudian meluruskan kabar yang telah beredar. Bahwa kabar penculik anak yang terjadi di kawasan Kranggaksan dan Dukuh Semar bukanlah penculikan. Itu hanya kesalahpahaman  belaka.

Ia mengakui jika memang ada orang yang memasuki rumah warga, namun bukan untuk mencuri. Melainkan orang tersebut tidak sengaja masuk ke dalam rumah warga lantaran dia mengalami gangguan jiwa. Sehingga kabar yang telah beredar di media sosial itu hanya kabar hoax.

Diharapkan masyarakat untuk tidak panik lagi dan lebih baik mencari kebenaran dari setiap kabar yang telah tersebar di media sosial itu terlebih dahulu.

Adi mengaku jika pihaknya sudah mengantisipasi isu yang telah meresahkan warga Kota Cirebon dengan menjalankan program Sabtu Sambang Ciko dan Ngopi bareng Kapolres. Dua program tersebut dijadikan sebagai antisipasi sebagai penangkal terhadap isu yang telah beredar.

Karena dengan adanya program tersebut jajarannya dapat bersosialisasi secara langsung dengan warga yang disambangi atau ngopi bareng. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat lebih menjaga anak-anak mereka saat bermain dan tidak mudah termakan isu yang belum tentu kebenarannya.

Baca Juga Dibalik Fenomena Ikan Tongkol dan Berita Hoax Soal Disleksia yang Kemudian Picu Simpati Berkepanjangan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here