Berita Terkini: Kesandung Kasus Alat Kesehatan, Ratu Atut Didakwa Rugikan Negara Sampai Rp 79 Miliar!

0
636
Ratu Atut
Copyrigth©Twitter/kumparan

Berita Terkini: Kesandung Kasus Alat Kesehatan, Ratu Atut Didakwa Rugikan Negara Sampai Rp 79 Miliar!

Indowarta.com – Ratu Atut Chosiyah yaitu Mantan Gubernur Banten saat ini tengah menjalani sidang perdana. Ia di dakwa telah melakukan tindak korupsi dengan melakukan pengaturan terhadap proses penganggaran di daerah Provinsi Banten berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan.

Afni Carolina selaku Jaksa Penuntut Umum dalam sidang perdana tersebut dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat pada Rabu (8/3) itu mengatakan jika terdakwa Ratu Atut Choisiyah melakukan pengaturan dalam proses ngusulan anggaran dana Diskes Provisi Banten pada APBD 2012 dan juga APBD Perubahan TA 2012.

Serta melakukan pengaturan terhadap pelaksanaan anggaran pada pelelangan pengadaan alat kesehatan bagi Rumah Sakit Rujukan Pemerintah Provinsi Banten pada Diskes Provinsi Banten TA 2012 demi untuk memenangkan pihak – pihak tertentu.

Copyrigth©Twitter

Dalam dakwaan tersebut Ratu Atut diduga bekerja sama dengan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan telah melakukan tindakan untuk memperkaya diri sendiri. Atut dituduh memperkaya diri sendiri dengan jalan korupsi hingga mencapai Rp 3,8 miliar sedangkan Wawan sebesar Rp 50 miliar rupiah.

“Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu terdakwa sebesar Rp 3.859.000.000, memperkaya orang lain, yaitu Tubagus Chaieri Wardana sebesar Rp 50.083.474.826,” lanjut Afri.

Di sisi lain, di dalam surat dakwaan juga disebut ada beberapa pihak yang telah menerima uang dari hasil korupsi Ratu Atut ini. Ada Yuni Astuti menerima dana sebesar Rp 23,3 miliar, Djadja Buddy Suhardja menerima sebesar Rp 590 juta, kemudian Ajat Drajat yang menerima Rp 345 juta.

Nama Rano Karno pun juga turut disebut telah menerima dana sebesar Rp 300 juta, Yogi Adi Prabowo menerima sebesar Rp 76,5 juta, Tatan Supardi menerima Rp 63 juta, Abdul Rohman menerima Rp 60 juta, lalu Ferga Andriyana menerima Rp 50 juta.

Kemudian ada Eki Jaki Nuriman menerima dana sebesar Rp 20 juta, Suherman menerima dana sebesar Rp 15,5 juta, Aris Budiman menerima dana sebesar Rp 1,5 juta, dan yang terakhir adalah Sobran menerima dana sebesar Rp 1 juta.

Ada pula dana yang diberikan untuk kepentingan liburan serta uang saku kepada pejabat Dinkes Provinsi Banten, Tim Survei, Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa hasil pekerjaan ke Beijing yang diberikan oleh Ratu Atut sebesar Rp 1,6 miliar.

“Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu merugiakan keuangan negara sebesar Rp 79.789.124.106,35,” jelas Afri

Hingga kini Ratu Atut tengah menjalani masa pemidanaan selama 5 tahun penjara dikarenakan melakukan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) kala itu, Akil Mochtar.

BACA JUGA Berita Terkini: Misteri Skandal Kasus Korupsi E KTP yang Masih Jadi Teka-teki!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here