Berita Terkini: Plot Aksi Teror Untuk Raja Salman Akhirnya Berhasil Digagalkan!

0
1217
Raja Salman
Copyrigth© Nasional Kompas

Berita Terkini: Plot Aksi Teror Untuk Raja Salman Akhirnya Berhasil Digagalkan!

Indowarta.com – Kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud ke beberapa negara yang berada di Asia bukanlah tidak menimbulkan risiko. Pada Selasa 7 Maret 2017 kemarin aparat Malaysia mengumumkan jika pihaknya berhasil menahan beberapa militan yang berasal dari Yaman yang ditangkap sebelum kunjungan pemimpin negara arab Saudi tersebut.

Seperti dikutip dari salah satu media berita Arab pada Rabu (8/3), seorang sumber dari pihak kepolisian menyebutkan jika memang ada empat militan yang ditangkap dan berasal dari kelompok pemberontak Houthi yang diketahui memerangi pasukan Yaman. Pasukan Yaman mendapatkan dukungan dari koalisi pimpinan Saudi selama kurun waktu dua tahun terakhir.

Raja Salman tiba di Kuala Lumpur pada 26 Februari 2017 lalu, ia datang bersama dengan 600 delegasi. Di antara tanggal 21 dan 26 Februari 2017, pihak aparat berwajib Malaysia menahan seorang warga negaranya, beserta enam orang asing dan juga satu dari Indonesia, empat berasal dari Yaman, dan seorang lagi dari Asia Timur dengan dugaan terkait dengan anggota dari kelompok militan, termasuk Daesh atau ISIS.

Raja salman
Copyright©beritaharian

“Empat warga Yaman, terlepas dari peran mereka yang terlibat dalam produksi dokumen perjalanan palsu, mereka juga berperan dalam mendistribusikan narkoba … dan mereka juga berencana untuk menyerang bangsawan Arab selama kunjungan di Kuala Lumpur. Jadi, kami menangkap mereka pada saat yang tepat,” kata Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar.

Warga yang berasal dari Yaman itu ditangkap ketika berada di Serdang dan Cyberjaya, dekat dengan ibu kota Kuala Lumpur, dengan dugaan terkait anggota kelompok pemberontak Yaman. Dua diantara mereka adalah seorang  koki di sebuah restoran Yaman dan juga seorang mahasiswa universitas swasta, sedangkan dua lainnya diduga pengangguran.

Polisi pun menyita beberapa paspor yang berasal dari berbagai negara dan kesemuanya diketahui palsu dari keempatnya,  juga sejumlah uang tunai senilai 270 ribu ringgit dari berbagai mata uang.

Laporan dari pihak PBB mengatakan jika Yaman kini tengah menghadapi situasi kekurangan pangan tingkat darurat, di perkirakan sekitar 7,3 juta orang di sana tengah membutuhkan bantuan. Sekitar 1.000 orang meninggal dunia akibat konflik di negara tersebut.

Sedangkan, diantara dua dari tujuh orang tersebut ditangkap pada akhir Februari lalu, warga negara Malaysia dan warga negara Indonesia  yang di duga anggota kelompok pemberontak tersebut tengah berencana untuk meluncurkan serangan dengan menggunakan kendaraan yang memiliki bahan peledak.

Keduanya sendiri diduga mendapat bagian dalam aksi ISIS yang kabarnya tengah merencanakan sebuah serangan bom dengan mobil secara besar-besaran dan juga menargetkan Klang Valley yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

BACA JUGA Berita Terkini: Inikah Sumbangan Raja Salman Untuk Musala di Bali?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here