Berita Terkini: Kesepakatan Sopir Angkot dan Driver Ojek Online di Tangerang!

0
1633
bentrok tangerang
Copyright©twitter

Kesepakatan Sopir Angkot dan Driver Ojek Online di Tangerang!

Indowarta.com – Baru-baru ini terjadi aksi demo yang melibatkan sopir angkot di Koata Tangerang yang sempat diwarnai dengan bentrokan dengan para driver ojek online. Usai kejadian tersebut kedua pihak dimediasi dan membuat kesepakan perdamaian.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan pada Kamis, 9 Maret 2017, setelah dilakukan upaya mediasi, akhirnya kedua belah pihak berjanji untuk menjaga kondusifitas suasana usai kejadian tersebut.

Kesepakatan tersebut berhasil dicapai usai dilakukan upaya mediasi pada Rabu malam. proses mediasi tersebut berakhir pada pukul 00.10. surat pernyataan tersebut kemudian ditandatangani oleh perwakilan dari pihak sopir angkot dan driver ojek online.

sopir angkot
Copyright©Polres Metro Jakarta Selatan

Isi dari kesepakatan yang telah ditandatangani oleh kedua pihak tersebut terdiri 2 poin penting. Pertama, masing-masing pihak telah menyadari bahwa kejadian yang telah terjadi tersebut adalah kesalahpahaman dan dinyatakan telah selesai secara kekeluargaan dan saling memaafkan.

Poin kedua yakni masing-masing pihak bersedia untuk menjaga keamanan dari Kota Tangerang, apabila nantinya terdapat anggota yang melakukan tindakan anarkis maka harus bersedia diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Eddi Faisal, SH selaku Ketua Organda Kota Tangerang dan Ferry Budhi atau Bang Maun selaku Pembina GoGrabber, diatas dua lembar materai Rp 6000.

Surat tersebut juga ditandatangani oleh Wali Kota Tangerang H Arief Wiansyah, kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0506 Tangerang Letkol M.I Gogor Selaku pihak yang mengetahui.

Sementara hasil dari upaya mediasi tersebut, baik pihak sopir angkot maupun driver ojek online menjamin situasi kedepannya di wilayah Kota Tangerang agar loebih aman dan kondusif. Kedua belah pihak juga menyesal dengan kejadian tersebut dan menerima dengan jiwa besar.

Nantnya pihak kepolisian tak segan untuk menindak tegas kepada pelaku maupun provokator yang melakukan tindakan anarkis. Sedangkan untuk pembiayaan bagi korban dari kejadian tersebut akan dibantu oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Seperti yang telah diketahui, Rabu, 7 Maret 2017 lalu sejumlah sopir angot melakukan aksi demo. Mereka menolak keberadaan dari ojek online, para sopir beranggapan karena adanya ojek online penghasilan mereka menjadi berkurang.

Aksi tersebut sempat diwarnai dengan kericuhan dan bentrokan antar sopir angkot dengan ojek online. Untuk membubarkan peserta aksi bentrok, polisi akhirnya menembakkan gas air mata. Malam harinya, situasi di lokasi bentrokan sudah cukup kondusif.

Baca Juga Berita Terkini: Polisi Gelar Patroli Usai Bentrok Sopir Angkot Vs Driver Ojek Online!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY