Berita Terkini: Inilah Daftar Nama Besar yang Ikut Terseret dalam Kasus E KTP!

0
1289
kasus E KTP
Copyright©Aktual

Inilah Daftar Nama Besar yang Ikut Terseret dalam Kasus E KTP!

Indowarta.com – Sidang perdana kasus E KTP digelar pada hari ini, 9 Maret 2017. Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan pncatatan Sipil Kemnterian Dalam Negeri, Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan ({IAK) Dirjen Dukcapil Sugiharto didakwa telah mamperkaya dirinya sendiri, orang lain dan korporasi dalam kasus tersebut.

Keduanya juga didakwa telah bekerja sama dengan Andiustinus atau Andi Narogonbg selaku penyedia barang dan jasa pada Kemendagri dan isnu Edhi Wijaya selaku Ketua Konsorsium Percetakan Negara serta Diah Anggraini selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri.

Disebut-sebut seitar bulan November 2009 hingga Mei 2015, mereka juga bekerja sama dengan ketua Fraksi Golkar Setya Novanto serta ketua Panitia Pengadaan barang di Dirjen Dukcapil Drajat Wisnu Setyawan.

kasus E KTP
Copyright©Kompas

Kabarnya kerja sama tersebut sengaja dibentuk untuk memenangkan perusahaan tertntu dalam proses pengadaan barang dan jasa proyek E KTP tahun anggaran 2011-2012. Hal itu dibacakan oleh jaksa penuntut umum di pengadilan Tipikor, Jakarta pusat, hari ini.

Jaksa menyebut perbuatan yang telah mereka lakukan tersebut bertujuan untuk memperkaya orang lain, yakni Gamawan Fauzi selaku Mendagri saat itu, Diah Anggraeni, Sekretaris Ditjen Dukapil Kemendagri Drajhat Wisnu Setyawan dan 6 anggota panitia pengadaan, serta Husni fahmi dan 5 anggota tim teknis.

Dalam dakwaan kasus E KTP tersebut juga disebutkan sejumlah nama lain yakni Anas Urbanngrum, Mirwan Amir, Tamsil Lindrung, Taufik Effendi, Marzuki Ali, Olly Dondokambey, Melchias Marchus Mekeng.

Masih ada lagi, yakni Teguh Juwarno, Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Arief Wibowo, Mustoko Weni, Rindoko, Jazuli Juwaeni, dan Agun Gunanjar,  Ignatius Mulyono, Maryam S Haryani, Nu’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramain, Jamal Aziz, Markus Nari, Yasonna Laoly dan 37 anggota Komisi II lainnya.

Selain itu juga memperkaya korporasi yakni Perum PNRI, PT Len Industri, PT Quard Solution, PT Sandipala Artha Putra, PT Sucofindo dan managemen Bersama Konsorsium PNRI. Hal itu diduga telah merugikan negara lebih dari RP 2,3 triliun dalam proyek E KTP tahun anggaran 2011-2012.

Kedua terdakwa kasus E KTP dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Juga pasal 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Tipikor.

Baca Juga Berita Terkini: Setya Novanto Terlinat dalam Pertemuan Terdakwa Kasus E KTP?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY