Berita Terkini: Dilabeli Pendekar Anti Korupsi, Gamawan Fauzi Masuk dalam Pusaran Kasus Korupsi E KTP!

    0
    511
    Copyright©Liputan6

    Dilabeli Pendekar Anti Korupsi, Gamawan Fauzi Masuk dalam Pusaran Kasus Korupsi E KTP!

    Indowarta.comGamawan Fauzi yang merupakan mantan Menteri Dalam Negeri disebut telah menerima uang sebesar US$4,5 juta dan Rp50 juta dari proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E KTP).

    Sontak disebutkannya nama Gamawan dalam sederat nama yang menerima uang suap tersebut langsung menarik perhatian publik. Pasalnya ia pernah mendapatkan penghargaan sebagai tokoh anti korupsi yang disematkan padanya.

    Penghargaan anti korupsi tersebut diberikan oleh komunitas Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) pada tahun 2014 lalu. ia mendapatkan penghargaan tersebut saat dirinya menjabat sebagai Bupati Solok Sumatera Barat.

    WAJIB BACA :  Berita Terkini: Vonis Dijatuhkan, Dua Terdakwa Kasus Korupsi E KTP Dihukum 7 dan 5 Tahun Penjara!

    Peraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) ini kala itu disematkan sebagai tokoh anti korupsi bersama dengan ahli hukum tata negara Universitas Andalas, Saldi Isra.

    Gamawan Fauzi
    Copyright©detik

    BHACA sendiri merupakan suatu penghargaan yang diberikan oleh komunitas yang sadar akan bahaya-bahaya korupsi bagi kelangsungan hidup bermasyarakat dan berbangsa.

    BHACA juga memiliki semangat dan tekad untuk mengajak para masyarakat berpartisipasi dalam mendorong, memberdayakan serta melindungi para pejuang anti korupsi. Komunitas tersebut berdiri pada 9 April 2003 silam dan telah memberikan sejumlah penghargaan kepada 15 tokoh.

    Gamawan Fauzi telah menjabat sebagai Bupati Solok selama 10 tahun. Yakni tahun 1995 hingga 2005. Kemudian ia sukses keluar menjadi pemenang dalam Pigub Sumatera barat pada tahun 2005. Saat itu ia berduet dengan Marlis Rahman sebagai calon wakil gubernur dengan dukungan dari dua partai yakni PDIP dan PBB.

    WAJIB BACA :  Jadi Tersangka, Setya Novanto Terancam Penjara Seumur Hidup!

    Belum habis masa baktinya, Gamawan langsung ditunjuk oleh Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengisi posisi Menteri Dalam Negeri di Kabinet Indonesia Bersatu II.

    Berbagai penghargaan pernah diraih oleh Gamawan fauzi. Selain dilabeli pendekar anti korupsi yang disematkan oleh BHACA. Ayah dari tiga orang anak ini juga pernah meraih Bintang Mahaputra Utama pada 2009 dan yang lainnya.

    Nama Gamawan Fauzi disebut menjadi salah satu nama besar yang menerima aliran dana dalam proyek pengadaan E KTP. Ia diduga menerima uang sebesar US$4,5 juta dan Rp50 juta atau lebih dari Rp 60 miliar.

    Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa KPK terhadap dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

    Baca Juga Berita Terkini: Setya Novanto Terlihat dalam Pertemuan Terdakwa Kasus E KTP?

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY