‘Korupsi E KTP Memalukan dan Mengecewakan’

0
545
korupsi e ktp
Copyright©Kompas

‘Korupsi E KTP Memalukan dan Mengecewakan’

Indowarta.com – Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj menanggapi kasus korupsi E KTP. Ia mengatakan jika hal itu merupakan hal yang memalukan dan mengecewakan. Ia juga menegaskan mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menegakkan hukum serta mengusut tuntas kasus tersebut.

Korupsi E KTP sangat memalukan, sangat mengecewakan,” tuturnya.

Said Aqil juga mengatakan jika uang yang telah mereka korupsi itu merupakan uang rakyat. Uang tersebut digunakan untuk membangun managemen kewarganegaraan yang lebih canggih dan modern, yakni Kartu Tanda Penduduk berbasis Elektronik.

Namun nyatanya anggran yang jumlahnya tidak sedikit itu di mark up dan dibagi-bagikan. Kabarnya jika benar uang korupsi E KTP itu mencapai 49 persen, maka menurutnya jumlah tersebut sudah sangat keterlaluan dan bukan lagi dalam kategori korupsi, namun maling.

Said Aqil Siradj
Copyright©MerahPutih

Seperti yang telah diketahui, KPK membutuhkan waktu hampir 3 tahun untuk menuntaskan penyidikan dugaan kasus korupsi E KTP. Naiknya berkas penyidikan ke tahap penuntutan tidak sekadar menunjukkan eksistensi KPK.

Hal itu juga menunjukkan nyali besar yang dimiliki oleh KPK dalam meproses hukum para petinggi besar di dunia politik yang terlibat korupsi.

Surat dakwaan terhadap dua mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, tak hanya menjelaskan secara detil proses terjadinya skandal yang telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Surat dakwaan yang disusun secara alternative tersebut juga mencantumkan sejumlah nama besar yang mungkin akan membuat publik tercengang. Mereka mulai dari anggota DPR, pejabat Kementerian dan beberapa korporasi yang diduga ikut menerima aliran dana korupsi E KTP tersebut.

Diduga ada piluha orang yang turut menikmati fee dari proyek E KTP. Fee yang berasal dari penggelembungan anggaran E KTP itu mengalir ke sejumlah penjabat hingga anggota DPR.

Jumlah yang mereka terima pun beragam mulai ratusan juta hingga miliaran guna memuluskan penganggaran proyek E KTP yang memakan dana sebesar RP 5,9 triliun. Nama Anas Urbaningrum disebut-sebut telah menerima bagian paling besar.

Baca Juga Berita Terkini: Namanya Dicatut dalam Kasus Korupsi E KTP, Begini Klarifikasi Ganjar Pranowo!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY