Berita Terkini: Begini Taktik yang Dilakukan Untuk Buktikan Anggota DPR Terlibat di Kasus E KTP!

0
682
sidang e - ktp
copyright© Twitter

Berita Terkini: Begini Taktik yang Dilakukan Untuk Buktikan Anggota DPR Terlibat di Kasus E KTP!

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi sudah sadar tentang resiko yang akan terjadi berkaitan dengan kasus e – KTP. Namun meski begitu, pihak KPK akan tetap mengembangkan serta membeberkan beberapa alat bukti demi mengungkap dugaan anggota DPR terlibat dalam kasus korupsi pengadaan e – KTP.

febri
Copyrigth©nasional.harianterbit

Bahkan jubir KPK Febri Diansyah, mengaku jika pihak KPK tidak takut untuk menetapkan para anggota DPR yang diduga terlibat kasus e – KTP ini. Namun tentunya dengan dasar fakta yang akan dihadirkan dalam sidang.

Telah diketahui dua mantan anak buah Gamawan Fauzi, yaitu Irman dan Sugiharto telah didakwa melakukan korupsi bersama – sama di kasus e – KTP. Keduanya didakwa telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

WAJIB BACA :  KPK Beberkan 2 Faktor Penyebab Maraknya OTT Pejabat Daerah!

Keduanya pun didakwa telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal ayat (1) ke – 1 KUHP.

Ketika sidang berlangsung nama – nama besar pun disebut dalam pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. Mereka diduga turut mendapatkan aliran dana senilai Rp 5,9 triliun. Nama – nama yang disebutkan berjumlah lebih dari 50 orang anggota Komisi II.

Beberapa diantaranya adalah Anas Urbaningrum, Ganjar Pranowo, Mustoko Weni, Taufik Effendi , Marzuki Ali dan masih banyak nama – nama lain yang diduga telah terlibat dalam kasus e – KTP ini.

WAJIB BACA :  PDIP Tak Setuju DPR Bekukan Anggaran KPK dan Polri Gara gara Miryam!

Beberapa nama juga diperiksa ole penyidik KPK terkait kasus ini salah satu diantaranya adalah Ketua DPR Setya Novanto. Namun Setya Novanto sendiri membantah jika dirinya turut terlibat dalam korupsi mega proyek tersebut. Selama proses pemeriksaan, penyidik hanya mengklarifikasi terkait pertemuan di Gedung DPR.

Nama lain seperti Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga sempat diperiksa. Dengan tegas dirinya membantah jika telah menerima uang dari proyek pengadaan e – KTP. Lalu Olly Dondokambey selaku Gubernur Sulawesi Utara, ia dituduh oleh M Nazarudin telah menerima uang sebesar 1 juta USD dari proyek yang bernilai triliunan tersebut. Namun ia juga membantah telah menerimanya dan terlibat dalam kasus e – KTP.

Jafar Hafsah, Agus Martowardojo, dan Gamawan Fauzi juga sempat turut diperiksa karena namanya disebut oleh M Nazarudin. Namun ketiganya juga membantah jika menerima aliran dana dari hasil korupsi mega proyek e – KTP.

BACA JUGA Begini Reaksi Setya Novanto Saat Akan Dipanggil dalam Sidang Kasus Korupsi E KTP!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY