Berita Terkini: The Fed Alami Kenaikan Bunga, Harga Emas Turun!

0
346
harga emas
Copyright©Liputan6

The Fed Alami Kenaikan Bunga, Harga Emas Turun!

Indowarta.com – Menjelang akhir pekan ini harga emas justru melemah. Hal itu rupanya didorong kenaikan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) sehingga menaikkan kemungkinan bank sentral AS atau the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 14-15 Maret 2017.

Sepeti yang dikatakan oleh Peter Spina, Chief Executive Officer (CEO) GoldSeek.com, apabila suku bunga dari bank sentral naik, maka harga emas dapat reli dengan inflasi kembali menjadi fokus.  Namun harga dari emas sendiri saat ini masih berada di atas US$ 1.200 per punce ditengah data ekonomi AS yang menguat.

Untuk harga pada pengiriman bulan April diketahui melemah US$ 1,8 atau dua persen ke level US$ 1.201,40 per ounce. Level itu terendah 30 Januari. Pada mingguan, harga emas juga melemah dua persen.

harga emas
Copyrigth©hargatop

Tak hanya harga emas, harga perak pun juga merosot 11,3 sen atau 0,7 persen ke level US$ 16.923 per ounce. Secara mingguan harga perak sudah merosot 4,6 persen.

Diketahui data tenaga kerja Amerika Serikat saat ini bertambah menjadi 235 ribu pada bulan Februari menjadi sentiment untuk harga emas. Dengan adanya penambahan tenaga kerja tersebut muncul spekulasi bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 14-15 Maret 2017 mendatang.

Rob Haworth selaku Analis Senior US Bank Wealth Management mengatakan, saat ini perhatian tertuju pada rencana kenaikan suku bunga dari bank sentral AS pada bulan Maret. Sayangnya data ekonomi tidak begitu kuat meyakinkan harga pasar kalau bank sentral akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun 2017 ini.

Adanya kenaikan suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan mata uang AS dan membuat komoditas yang dihargakan dalam dilar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Terkait dengan adanya rencana kenaikan suku bunga dari bank sentral AS sebanyak tiga kali tersebut dapatmenekan harga emas. Di pasar uang, indeks dolar AS justu cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang termasuk euro.

Penguatan Uero setelah pimpinan dari bank sentral Eropa Mario Draghi mengindikasikan pihaknya tidak perlu khawatir dengan deflasi yang terjadi di zona euro.

Baca Juga Kena Tekanan Bertubi-tubi, Harga Emas Makin Melemah!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY