Berita Terkini: Pemprov DKI Akan Jemput Jenazah yang Ditolak Dishalatkan di Masjid!

0
782
sumarsono plt
Copyright©Twitter/CNN

Berita Terkini: Pemprov DKI Akan Jemput Jenazah yang Ditolak Dishalatkan di Masjid!

Indowarta.com – Pemprov DKI berencana akan menjemput jenazah yang beberapa waktu lalu dikabarkan ditolak untuk disholatkan karena mendukung salah satu pasangan calon gubernur ketika Pilgub Jakarta kemarin. Hal ini berkaitan dengan beredarnya spanduk yang bertuliskan menolak jenazah yang mendukung penista agama di Jakarta.

Plt Gubernur DKI Sumarsono pun turut memperhatikan masalah ini, ia mengatakan jika memang seorang muslim harusnya mereka paham bahwa jenazah yang juga muslim harus dishalatkan.

“Saya kira begini, itu namanya fardu kifayah. Kalau kita mengatakan diri kita seorang muslim, saya kira sudah tahu fardu kifayah, ndak ada yang dimakamkan tanpa disalatkan, saya kira itu intinya. Kalau memang masjid di depannya menolak karena sekelompok tertentu, kita akan kirimkan ambulans, kirim mayat itu ke masjid yang bisa menerima,” ucapnya di Balai Kota pada Senin (13/3).

spanduk
Copyright©Twitter

Pemprov DKI juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang secara sadar sudah mau untuk menurunkan spanduk – spanduk yang berunsur provokatif itu. Sumarsono juga mengatakan boleh saja berkompetisi di dalam pemilu namun nilai keamanan , kedamaian dan juga kenyamanan harus tetap terjaga.

“Saya juga terbantu dan berterima kasih kepada masyarakat setempat yang secara sadar mau menurunkan spanduk-spanduk tersebut karena meresahkan Jakarta dan, sebagai Plt Gubernur DKI, saya mengimbau mari kita jaga Jakarta. Boleh kompetisi, kontestasi dalam pilkada, tapi tetap menjaga Jakarta aman, nyaman, damai, saya kira itu imbauan saya,” ucapnya sebagai perwakilan Pemprov DKI.

Supaya tidak ada lagi spanduk yang berunsur provokasi tersebut dipasang. Ia menuturkan pihak Pemprov DKI akan melakukan pengawasan berdasar peraturan yang ada. Pihak Satpol PP DKI Jakarta juga memiliki kewenangan menertibkan spanduk yang telah dipasanga di berbagai tempat yang memiliki unsur provokasi.

Namun Sumarsono memberikan instruksi kepada Satpol PP agar melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat terlebih dahulu untuk penertiban spanduk tersebut. Karena solusi yang paling aman adalah musyawarah atau diskusi.

“Sebagai saudara seumat kepada kelompok muslimin yang ada di masjid, kita bicarakan, kita diskusi, termasuk DMI (Dewan Masjid Indonesia) Jakarta, pun sudah keluar edaran kepada masyarakat untuk mengimbau mencopot. Jadi saya berterima kasih kepada DMI dengan kesadarannya membuat edaran,” ucap Plt Gubernur tersebut.

BACA JUGA Berita Terkini: Pemprov DKI Alami Kerugian Sekitar Rp 400 Juta Akibat Kerusuhan 4 November !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY