Mengintip Sepak Terjang Bahrumsyah, Komandan ISIS Asal Indonesia yang Tewas dalam Aski Bom Bunuh Diri Gagal!

0
384
Bahrumsyah
Copyright©Jitunews

Mengintip Sepak Terjang Bahrumsyah, Komandan ISIS Asal Indonesia yang Tewas dalam Aski Bom Bunuh Diri Gagal!

Indowarta.comBahrumsyah alias Abu Muhammad al Indonesi yang merupaka pentolan dari kelompok teroris ISIS dikabarkan tewas dalam aksi bom bunuh diri untuk tentara Suriah yang gagal pada Senin 13 Maret 2017 lalu.

Bahrumsyah sendiri merupakan WNI yang menjadi komandan pasukan ISSI asal Asia Tenggara atau disebut Katibah Nusantara. Lalu seperti apa sosoknya sebenarnya?

Bahrumsyah merupapakan koordinasi pengajian yang dilakykan oleh Aman Abdurrahman alias Oman. Ia juga pernah menjadi mahasiswa Universitas Islam Negari Syarief Hidayatullah, Jakarta, ini juga menerbitkan tulisan-tulisan Oman melalui percetakannya.

Bahrumsyah
Copyright©Suara Islam

Bersama dengan temannya yang bernama Fachry, ia kemudian membentuk Forum Aktivis Syariat Islam (Faksi), yang isisnya sebagain besar murid dari Oman. Disitulah Abu Jandal bergabung, juga Siswanto dan aktivis JAT Iskandar Abu Qutaibah.

Sosok Bahrumsyah mulai terkenal sejak dirinya muncul dalam video propaganda ISIS yang dirilis pada 22 Agustus 2015 lalu. dalam video tersebut tampak sekelompok pasukan Melayu yang menenteng senjata laras panjang. Mereka berada dalam sebuah kamp di kawasan hutan Suriah.

Takbir berulang kali diteriakkan, para pasukan tersebut juga tampak bersemangan meneriakkan yel-yel bernada dukungan kepada ISIS. Sang pengambil gambar yang hanya terdengar suaranya mengatakan mereka tengah bersiap untuk berperang di jabal Khalifah atau Gunung Abdul Aziz.

Tak lupa, dengan nada santai, kadang juga diselingi dengan candaan, ia memperkenalkan beberapa anggota pasukan ISSI dari Indonesia. video tersebut menampilkan Bahrumsyah berorasi untuk memompa darah peperangan anggota ISIS.

Kepemimpinan Bahrumsyah di Katibah Nusantara tidak berjalan mulus, pasalnya terjadi perpecahan internal. Ia juga dituding telah melakukan korupsi uang operasional pasukan. Markas pusat memberikan mereka biaya operasional tiap pejuang Rp 50 ribu per hari. namun uang tersebut tidak disalurkan oleh Bahrumsyah.

April 2015, Abu Jandal mengajak beberapa personel untuk mengadukan perbuatan pentolan ISIS tersebutke Komite Syariah Provinsi. Abu Jandal mendesak agar pentolan ISIS diganti. Aduan tersebut juga terkait dengan kesewenang-wenangan Bahrumsyah yang menuding pihak yang tidak sepaham sebagai kafir.

Sayangnya aduan Abu Jandal tersebut ditolak oleh Komite Syariah. Ia justri ditahan selama satu bulan karena dituding memecah belah Katibah Nusantara. Keputusan Komite Syariah menuai kekecewaan pasukan asal Indonesia dari kubu Abu Jandal.

Perpecahan itu menyebabkan penyaluran simpatisan ISIS ke Suriah terpecah menjadi tiga jalur: Bahrumsyah, Abu Jandal, serta Bahrun Naim, yang datang ke Suriah paling akhir. Selain itu, mereka bersaing untuk menunjukkan keunggulan masing-masing dengan cara melancarkan operasi di kampung halaman, Indonesia.

Baca Juga Inilah Triyono Utomo, Terduga Simpatisan ISIS yang Mengaku Pamit Istri Ke Sukabumi !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY