Berita Terkini: Pemerintah Gugat Kapal Pesiar yang Rusak Terumbu Karang di Raja Ampat!

0
401
terumbu karang di Raja Ampat
Copyrigth©Tribunnews

Pemerintah Gugat Kapal Pesiar yang Rusak Terumbu Karang di Raja Ampat!

Indowarta.com – Terkait dengan kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, pemerintah RI berencana bakal segera melakukan pemanggilan dan melayangkan gugatan. Diketahui terumbu karang tersebut rusak diduga akibat kandasnya kapal pesiar MV Caledonian Sky pada 4 Maret 2017 lalu.

Gugatan tersebut bakal dilakukan secepatnya. Saat ini kapal yang diduga telah merusak terumbu karang di Raja Ampat itu posisinya ada di Filiphina. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan pihaknya akan membuat surat perintah untuk pemanggilan dan pemeriksaan.

Kronologi rusaknya terumbu karang di Raja Ampat diawali dari masuknya sebuah kapal pesiar, MV Caledonian Sky yang berbendera Bahama itu dinahkodai oleh Kapten Keith Michael Tylor dan memiliki bobot 4.200 GT, pada 3 Maret 2017 lalu.

Terumbu Karang Raja Ampat
Copyrigth©merdeka

Kapal tersebut membawa 102 turis dan 79 Anak Buah Kapal (ABK) itu usai mengelilingi pulau untuk mengamati keanekaragaman burung dan menikmati pementasan seni, para penumpang kemudian kembali ke kapal pada siang hari 4 Maret 2017.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Bitung pada pukul 12.41 WIT. Namun ditengah perjalanan menuju Bitung, kapal pesiar tersebut kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat. Untuk mengatasi hal itu, Kapten kemudian merujuk pada petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor gelombang serta kondisi alam lainnya.

Saat kapal pesiar tersebut kandas, sebuah kapal penarik tiba di lokasi untuk mengeluarkan kapal pesiar tersebut. namun upaya itu awalnya tidak membuahkan hasil lantaran kapal yang terlalu berat. Kapten terus berupaya untuk menjalankan kapal hingga akhirnya berhasil kembali berlayar pukul 23.15WIT.

Bramantya mengatakan luas dampak kerusakan pada tahap praeliminary 1.600 meter persegi, teman-teman dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan KPP masih berada di lokasi terumbu karang di Raja Ampat untuk menentukan detail luas kerusakannya.

Kajian KPP menyatakan rusaknya terumbu karang meruoakan perbuatan pidana sehingga minimal adalah kelalaian nahkoda yang dapat dijerat pidana. Tim gabungan yang dikoordinis oleh Kemenko Maritim saat ini juga telah berada di lapangan untuk menghitung secara detail area terdampak serta mengevaluasi nilai ekonomi dan peninjauan aspek hukumnya.

Baca Juga Berita Terkini: Kekecewaan Menpar Soal Terumbu Karang Raja Ampat yang Dirusak Oleh Cruise Inggris!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY