Berita Terkini: Polri Masih dalami Tewasnya Bahrumsyah, Komandan ISIS Asli Indonesia!

0
483
Bahrumsyah
Copyright©Jitunews

Berita Terkini: Polri Masih dalami Tewasnya Bahrumsyah, Komandan ISIS Asli Indonesia!

Indowarta.com– Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) diduga telah menjadi salah satu pentolan di kelompok teroris Negara Islam Iraq dan Suriah atau yang disebut dengan ISIS yakni Bahrumsyah yang dikabarkan telah meninggal dunia. menanggapi hal itu, Kepala Divis Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar ini telah memastikan bahwa pihaknya masih mendalami dan juga mengklarifikasinya.

Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Rabu 15 Maret 2017 mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu klarifikasi dan juga yang lainnya. Boy menambahkan bahwa pihaknya kini masih terus melakukan klarifikasi terhadap sumber yang pertama kalinya memberikan informasi mengenai meninggal dunianya Bahrumsyah.

Boy mengatakan “Kami belum berani bilang iya. Info itu ada, tetapi kami harus klarifikasi dan identifikasi lebih lanjut dari sumbernya”. Diduga bahwa Bahrumsyah telah meninggal dunia di dalam serangan bunuh diri gagal yang rencananya menyerang tentara Suriah. Bahrumsyah telah meninggal dunia setelah mobil bermuatan bahan peledak yang dia kemudikan ini menuju ke unit Angkatan Darab Arab Suriah di Palmyra meledak sebelum waktunya.

Bahrumsyah
Copyright©Suara Islam

Bahrumsyah merupakan salah satu anggota teroris yang telah muncul di dalam video mengenai ajakan bergabung ke ISIS. Video itu telah dibagika ke dalam situs berbagi video yakni Youtube. Bahrumsyah merupakan salah satu pentolan ISIS yang berasal dari Indonesia selalin Barhun Naum dan Abu Jandal.

Dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016 yang lalu, Bahrumsyah merupakan orang yang berperan sebagai penyokong dana. Kapolri Tito Karnavian yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala BNPT ini telah menjelaskan bahwa jaringan teroris di Indonesia ini masih dikontrol oleh tiga ideologi teroris yakni Bahrun Naim, Bahrumsyah dan jgua Salim Mubarok alias Abu Jandal yang diketahui bahwa kini berada di Suriah.

Tito dalam acara “The General Briefing on Counter Terrorism” di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada hari Selasa 19 April 2016 mengatakan “Ada 3 jaringan perantara di situ Bahrun Naim, Bahrumsyah, dan Salim Mubarok alias Abdul Jandal alias Abdul Barok. 3 Orang ini harus dinetralisasi. Kalau tidak, mereka ini akan memprovokasi”.

baca juga :

Berita Terkini: Raja Salman Habiskan Rp 25 Miliar Per Hari Saat Liburanm di Bali?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY