Berita Terkini: BMKG Himbau Jangan Terlalu Berlebihan Sikapi Fenomena Equinox!

0
460
equinox
Copyrigth©beritacenter

Berita Terkini: BMKG Himbau Jangan Terlalu Berlebihan Sikapi Fenomena Equinox!

Indowarta.com – Masyarakat dihimbau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang untuk tidak menyikapi secara berlebihan fenomena equinox yang akan melintasi garis khatulistiwa dan memiliki dampak meningkatnya suhu udara.

Fenomena ini adalah salah satu fenomena astronomi dimana ketika matahari tengah melintas di garis khatulistiwa secara periodik yang berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada tanggal 21 Maret dan 23 September. Hal tersebut disampaikan oleh prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi El Tarl Kupang Sti Nenot’ek pada Rabu (15/3).

Ia menyampaikan hal tersebut menyinggung berita yang beredar dan cenderung ‘hoax’ yang mengatakan jika suhu udara di Indonesia dapat mencapai hingga 40 derajat celcius ketika fenomena tersebut terjadi.

Ketika equinox terjadi durasi siang dan juga malam diseluruh bagian bumi relative hampir sama, termasuk juga pada wilayah subtropis di bagian utara ataupun selatan. Terjadinya fenomena ini tidak selalu berakibat pada peningkatan suhu udara yang drastis dengan rata – rata maksimal di wilayah Indonesia dapat mencapai 32 – 36 derajat celcius.

suhu
Copyrigth©beritacenter

Fenomena ini tidak seperti fenomena ‘heatWeave’ yang terjadi di bagian Afrika dan Timur tengah yang dapat memberikan dampak peningkatan suhu udara yang besar serta bertahan lama.

Terkait hal ini, pihak BMKG meminta kepada masyarakat agar tidak perlu mencemaskan dampak dari fenomena equinox seperti yang diisukan. Umumnya kondisi cuaca di Indonesia daerah NTT utamanya masih cenderung lembab/basah.

“Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki periode transisi pancaroba (peralihan dari musim hujan ke musim kemarau), maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan,” jelasnya.

BMKG sebelumnya juga memberikan kepastian bahwa fenomena equinox yakni matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa akan melintasi sejumlah daerah di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman serta Kabupaten Pasaman Barat.

Fenomena equinox terjadi pada 20 – 21 Maret dan 23 September 2017, melintas di beberapa provinsi di wilayah Indonesia seperti Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Pulau Telo di Sumatera Utara.

BACA JUGA Berita Terkini: Ada Fenomena Equinox, Beberapa Hari Lagi Suhu Udara Akan Naik!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY