Berita Terkini: Turki Diduga Picu Pembajakan Ratusan Akun Twitter!

0
381
Twitter
Copyright©Kompas

Turki Diduga Picu Pembajakan Ratusan Akun Twitter!

Indowarta.com – Ditengah perseteruan diplomatik antara Turki dengan dua negara Eropa, Jerman dan Belanda, diduga ada rutasan akun Twitter yang dibajak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kendati belum mengetahui dengan jelas siapa yang telah membajak akun-akun tersebut, namun akun milik selebritas hingga instansi pemerintah, merilis pelecehan anti-Jerman dan anti-Belanda dalam bahasa Turki.

Diketahui peristiwa tersebut telah terjadi sejak Selasa, 14 Maret 2017 malam waktu setempat. Pembajakan akun Twitter tersebut merupakan bagian terbaru dalam aksi vandalism internet yang timbul selama beberapa hari ini.

Twitter
Copyright©edafile

Hal itu terjadi setelah ketegangan antara Turki dan mitra-mitranya di Eropa. Awalnya menjelang referendum konstitusi yang diadakan bulan depan, para politisi dari partai berkuasa di Turki meminta izin untuk berkampanye di Eropa.

Referendum yang mengagendakan perubahan konstitusi itu di Turki. Tujuan dari referendum itu sendiri adalah untuk memperkuat kekuasaan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Akan tetapi Wali Kota Roterdam Ahmed Aboutaleb sudah menyatakan bahwa acara pengumpulan massa di kotanya telah dibatalkan.

Hal itu terjadi setelah pemilik lahan temoat berkumpulnya masaa mengatakan lokasi tersebut tak lagi dapat digunakan. Sebelum muncul permasalahan tersebut, Turki sudah terlebih dahulu menuduh ada negara-negara di Eropa yang ikut campur tangan dalam proses referendum itu.

Akan tetapi tuntutan tersebut mendapatkan penolakan dan akhirnya memicu kotroversi. Beberapa akun Twitter yang dibajak adalah akun milik Forbes, UNICEF, Duke University, Amnesty Internasional dan Starbucks Argentina.

Tak hanya itu, rupanya akun mantan bintang tenis Jerman Boris Becker, dan akun resmi milik klub sepak bola Borussia Dortmund  tak luput dari pembajakan. Dilansir dari kantor berita Jerman, DPA. Akan tetapi tak berselang lama, hampir seluruh akun yang telah dibajak tersebut tampaknya sudah kembali normal.

Diduga pembajakan massal itu terjadi lantaran kelemahan program manajemen mesia sosial pihak ketiga, Twitter Counter, yang berpusat di Amsterdam. Dalam pernyataan melalui surat elektronik, CEO Twitter Counter mengatakan perusahaannya tengah menyelididki masalah tersebut.

Aksi pembajakan sendiri sebnarnya bukan persoalan baru. Pasalnya pembajakan sudah kerap terjadi sejak lama, pembajakan terjadi tak hanya di akun Twitter saja, namun juga dapat dilakukan di beberapa jejaring sosial lainnya.

Baca Juga Lewat Video Twitter dan Di FB, Aa Gym ‘Titip Suara Kami’ Untuk Warga DKI Dalam Pilkada Hari Ini !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY