Tak Ada Dampak yang Ekstrem Dibalik Fenomena Equinox!

0
241
suhu
Copyrigth©beritacenter

Tak Ada Dampak yang Ekstrem Dibalik Fenomena Equinox!

Indowarta.com – Kabar tentang fenomena equinox yang akan terjadi dan berdampak para suhu di sejumlah negara, termasuk juga Indonesia kembali tersiar. Sebelumnya kabar tersebut sudah merebak pada tahun 206 lalu, ketika itu bahkan disebut jika suhu dapat naik drastis hingga 40 celcius yang dapat memicu dehidrasi.

Mulyono Rahadi Prabowo selaku Deputi Bidan Klimatologi BMKG turut membenarkan jika setiap Maret akan terjadi fenomena tersebut. Tapi jika menurut pendapatnya equinox adalah salah satu fenomena yang normal yang dapat terjadi beberapa hari saja tiap tahunnya, yaitu setiap Maret dan juga September saat matahari berada tepat di garis khatulistiwa.

“Kalau kejadian equinox itu sebenarnya kejadian normal karena matahari itu secara semu memang berpindah-pindah tempat dari waktu ke waktu kurang lebih setiap empat hari itu akan bergeser 1 derajat. Jadi, pada 21 Maret, matahari itu memang berada di garis ekuator (khatulistiwa),” ungkap Mulyono pada Rabu (15/3).

Akibatnya sebagai negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa, suhu udara akan lebih hangat daripada kondisi tempat yang berada jauh dari khatulistiwa. Ketika matahari ada di garis tersebut, daerah yang lebih dekat akan terasa lebih hangat.

equinox
Copyright©Kicknews

Menurut Mulyono fenomena ini tidak juga akan membuat suhu di wilayah yang dilewati garis khatulistiwa meningkat secara drastic. Suhu yang paling tinggi selama berlangsungnya fenomena equinox tersebut kisaran antara 25 – 33 derajat celcius bergantung pada topografi wilayah.

Ia pun juga membantah jika kenaikan suhu ketika berlangsungnya equinox akan menimbulkan akibat – akibat yang ekstrem. Beredar isu yang mengatakan jika fenomena tersebut dapat menimbulkan dehidrasi yang parah, lilin yang dapat meleleh jika diletakkan diluar ruangan, sampai diperlukannya ember yang berisi air untuk menjaga ruangan tetap lembab. Padahal hal itu tidak benar.

“Kondisi yang seekstrim itu tidak terjadilah sehingga tidak sampai harus istilahanya taruh ember diisi air karena ya memang ada perubahan suhu, itu akan menaik karena matahari makin dekat dengan ekuator, tapi itu kan tidak akan drastis,” jelas Mulyono.

BACA JUGA Berita Terkini: BMKG Himbau Jangan Terlalu Berlebihan Sikapi Fenomena Equinox!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY