Berita Terkini: Proyek E KTP Terhambat. .Gamawan Fauzi Malah Salahkan Masyarakat!

0
612
Gamawan Fauzi
Copyrigth©harianindo

Berita Terkini: Proyek E KTP Terhambat. .Gamawan Fauzi Malah Salahkan Masyarakat!

Indowarta.com– Mantan Menteri Dalam Negeri yakni Gamawan Fauzi ini telah menyalahkan masyarakat terkait dengan terhambatnya proyek E KTP. Hal itu telah dikatakan pada saat Gamawan memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta pada hari Kamis 16 Maret 2017.

Menurut Gamawan Fauzi, proyek E KTP ini telah dimenangkan oleh konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia atau Perum PNRI. Konsorsium yang dimaksud itu terdiri atas Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo persero), PT LEN Industri (persero), PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra.

Gamawan mengatakan bahwa hambatan terjadi pada saat pelaksanaan proyek harus melakukan perekaman data penduduk. Menurut Gamawan, kesulitan terjadi pada saat masyarakat banyak yang tidak datang untu menyerahkan data. Gamawan mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang, yang seharusnya aktif itu adalah rakyat, bukannya pemerintah.

Menurut Gamawan, Para pelaksana proyek E KTP ini harus bersusah payah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan jika masyarakat sedikit yang berinisiatif datang dan menyerahkan data identitas. Gamawan mengatakan bahwa hingga saat ini dirinya merasa sangat yakin ada yang tidak datang untuk merekam data.

Walaupun demikian, menurut Gamawan Fauzi ini bisa saja  habatan juga terjadi pada pelaksana proyek E KTP. Namun yang tahu lebi detil mengenai hambatan yang terjadi adalah pejabat pembuat komitmen dan juga pejabat pengguna anggaran.

Gamawan Fauzi
Copyrigth©harianindo

Gamawan membantah tudingan mantan Bendahara Umum partai Demokrat yakni Muhammad Nazaruddin bahwa mereka telah menerima gratifikasi dari proyek tersebut. Hal ini telah disampaikan oleh Gamawan setelah diperiksa saksi dalam kasus dugaan korupsi E KTO oleh KPK pada hari Rabu 12/10/2016.

Gamawan pun juga mempertanyakan pernyataan yang telah dikeluarkan oleh Nazaruddin yang tidak konsisten. Pada awalnya Nazaruddin telah menyebutkan bahwa Gamawan yang telah menerima fee dari proyek E KTP. Lalu belakangan ini Gamawan mengatakan bahwa adik Gamawan yang telah menerima fee tersebut.

Gamawan menegaskan bawa proyek E KTP yang berada di bawah kepemimpinannya selama periodei 2009 hingga 2014 lalu dilakukan secara transparan. Bahkan proyek juga telah melibatkan KPK dan juga Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan.

baca juga :

Berita Terkini: Optimisnya Sandiaga Uno Sebut Akan Ada Pemimpin Baru 5 Minggu Lagi!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY