Berbagai Fakta Menarik Dibalik Sidang Kedua Kasus E KTP!

0
563
kasus E KTP
Copyrigth©Kompas

Berbagai Fakta Menarik Dibalik Sidang Kedua Kasus E KTP!

Indowarta.com – Persidangan kedua terkait kasus E KTP digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada kamis 16 Maret 2017. Ada sejumlah fakta menarik dalam persidangan tersebut. sidang kedua itu diketahui dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butarbutar.

Sebenarnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)akan mengadirkan delapan orang saksi. Namun, dalam persidangan tersebut hanya ada enam saksi yang memberikan keterangan.

Para saksi tersebut meliputi mantan Menteri Dalam Negeri Gumawan Fauzi, Sekretaris Jenderal Kemendagri saat ini, Yuswandi Temenggung, mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraeni, Direktur Fasilitas Dana Perimbangan Ditjen Keuangan Kemendagri Elvius Dailami.

kasus E KTP
Copyrigth©TEMPO

Selain saksi yang disebutkan itu masih ada lagi, yakni mantan Ketua Komisi II DPR, Chaeruman Harahap dan Direktur Utama PT Karsa Wira Utama, Winanta Cahyadi. Sebenarnya ada fakta menarik dalam sidang kasus E KTP tersebut?

Berikut ini adalah sejumlah fakta menarik mengenai sidang yang berlangsung hampir 10 jam tersebut.

  1. Gamawan menyalahkan Masyarakat

Gumawan menyalahkan masyarakat terkait dengan terkambatnya proyek E KTP. Ia mengatakan bahwa hambatan tersebut terjadi saat pelaksanaan proyek harus melakukan perekaman data penduduk.

Menurutnya kesulitan terjadi saat masyarakat banyak yang tidak datang untuk menyerahkan identitas mereka.Gumawan menyatakan menurut undang-undang, yang aktif adalah rakyat, bukan pemerintah.

  1. Gamawan akui telah menerima uang

Ia berdalih pemberian uang tersebut terkait keperluannya untuk membeli obat dan honor kerja. Ia mengaku pernah meminjam uang kepada adiknya sebasar Rp 1 miliar digunakan untuk berternak sapi dan bertani.

Ia juga mengaku meminjam uang kepada pengusaha, Afdal Noverman sebesar Rp 1,5 miliar untuk keperluan berobat ke Singapura, dan menerima uang Rp 50 juta. Namun diklaim sebagai honor kerja.

  1. Mantan Sekjen Kemendagri menerima 500.00 dollar AS

Diah Anggraini mengaku menerima uang sebanyak dua kali. 300.000 dollar AS dari Irman yang kala itu menjabat Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. 200 dollar AS dari pengusaha pemenang tender proyek E KTP, ANdi Narogong.

  1. Pertemuan dengan Setya Novanto

Diah mengatakan ada pertemuan antara Irman, Sugiharto, dan Andi Naronggong. Pertemuan dilakukan di Hotel I Gran Melia, Jakarta Selatan sekitar pukul 06.00 WIB yang juga dihadiri Setya Novanto. Pertemuan tersebut berlangsung singkat.

  1. Catatan skema pengendali korupsi E KTP

Tak hanya menemukan catatan uang miliaran rupiah di rumah Chairuman Harahap. Penyidik juga menemukan catatan berisi skema pengendali korupsi pengadaan E KTP. Sejumlah nama disebut dalam skema tersebut, termasuk Setya Novanto dan Anas Urbaningrum.

  1. Keterangan berbeda antara Chairuman dan Gamawan.

Menurut Gamawan perubahan sumber anggaran proyek e ktp disepakati dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI. Namun menurut Chairuman Kemendagri yang mengusulkan perubahan sumber  anggaran.

  1. Pesan mendesak dari Setya Novanto

Pesan mendesak itu menurut Imran  berisi peringatan agar dirinya tidak buka mulut ke KPK mengenai hubungannya dengan Setya Novanto dalam kasus E KTP.

Baca Juga Berita Terkini: KPK Minta 5 Orang Ini Dicegah keluar Negeri Terkait Kasus E KTP!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY