Berita Terkini: Banjir dan Longsor di Peru, 67 Orang Tewas 70 Ribu Lainnya Mengungsi!

0
265
banjir dan tanah longsor
Copyrigth©REUTERS

Banjir dan Longsor di Peru, 67 Orang Tewas 70 Ribu Lainnya Mengungsi!

Indowarta.comBanjir dan Longsor di Peru terjadi lantaran daerah tersebut berhari-hari  ini diguyur hujan lebat di wilayah perairan pasifik di Peru. Akibatnya  terjadi tanah longsong yang kemudian meluluhlantakan pemukiman warga dan menyumbat jalan-jalan utama di negara wilayah Amerika Selatan tersebut.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu 18 Maret 2017, dilaporkan sekitar 67 orang tewas dan lebih dari 70 ribu kehilangan tempat tinggal mereka lantaran musibah tersebut. ini menjadi salah satu musim hujan terparah yang terjadi di Peru, yakni intensitas hujan 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan biasanya.

Sekitar setengah wilayah dari Peru telah dinyatakan dalam keadaan darurat pada Jumat waktu setempat. Perdana Menteri Fernando Zavala menyatakan akan mempercepat sumber daya ke daerah-daerah yang terkena dampak Banjir dan Longsor di Peru yang menjadi titik terparah.

banjir dan tanah longsor
Copyrigth©REUTERS

Badan Cuaca Amerika Serikat sendiri telah menyatakan bahwa peluang El Nino di tahun 2017 ini sebesar 50-55 persen. Artinya, Peru akan terus dilanda hujan hingga satu bulan kedepan. Hal itu dikhawatirkan akan mengakibatkan Banjir dan Longsor di Peru semakin parah.

Dampak hujan lebat yang belakangan ini terus mengguyur mengakibatkan jembatan menjadi ambruk, bahkan hewan ternak seperti sapi dan babi tampak muncul di pantai setelah terbawa arus sungai yang cukup deras.

Namun Presiden Pedro Pablo Kuczynski mengimbau kepada warga untuk tenang dan tidak cemas serta mempercayakan penanganan kepada pemerintah. Pasalnya menurutnya pemerintah tahu apa yang harus dilakukan.

Ia juga mendesak warga untuk sebisa mungkin menjauhi sungai agar tidak sampai terseret arus. Di Ibukota Lima, warga miskin yang terdampak cuaca ekstrem tersebut banyak membangun rumah darurat.

Sayangnya, tidak terdapat listrik dan air bersih di lokasi penampungan tersebut lantaran jalan-jalan tergenang banjir. Dari beberapa potret terlihat derasnya arus air dengan warna cokelat pekat.

Terdapat tali-tali yang digunakan untuk berpegangan guna menyeberang derasnya arus air tersebut. bahkan ada ibu-ibu yang panik dan takut saat berusaha menyeberang dengan beregangan tali dan dibantu oleh dua orang pria.

Proses evakuasi juga terlihat menggunakan tali layaknya flying fox, terlihat seorang wanita sambil menggendong anaknya meluncur pada tali yang telah disediakan.

Baca Juga Berita Terkini : Banjir Kendal Akibatkan 11 Rumah Rusak, Dua Orang Hilang dan Ratusan Mengungsi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY