Berita Terkini: GoJek, Uber dan Grab Kritisi Pernyataan Revisi Permenhub!

0
1441
Copyright©Selular

GoJek, Uber dan Grab Kritisi Pernyataan Revisi Permenhub!

Indowarta.com – Perusahaan aplikasi penyedia layanan trasnportasi mobilitas seperti GoJek, Grab dan Uber kompak mendukung serta mengkritisi sebagian revisi peraturan yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan Nomor 31 tahun 2016 yang dinyatakan melalui pernyataan bersama.

berdasarkan siaran pers yang diterima, poin revisi Permenhub 31/2016 yakni tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam trayek yang dikritik atau bahkan ditolak ialah mengenai kuota jumlah kendaraan, batas biaya perjalanan angkutan sewa, dan kewajiban kendaraan terdaftar atas nama badan hukum.

Melalui pernyataan tertulis yang telah ditandatangani oleh President GoJek Andre Soelistyo, Direktur Pelaksana Grab Indonesia Ridzki Kramadibtara, dan regional General Manager APAC Uber Mike Brown, mereka menilai perbatasan kuota jumlah kendaraan tersebut tidak sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan berbasis teknologi.

Gojek
Copyright©BALI STAR NEWS

Pembatasan jumlah kendaraan angkutan transportasi berbasis aplikasi maupun konvensional tersebut dinilai berpotensi menciptakan iklim bisnis yang tidak kompetitif. Tak hanya itu, ketiganya juga menilai banyaknya jumlah angkutan akan menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sebagai pengguna.

Sedangkan untuk poin penetapan batas biaya perjalanan, menurut ketiganya merek telah menetapkan tarif yang telah disesuaikan dengan kesepadanan dan perhitungan harga yang akurat. Hal itu guna memastikan harga yang dibayarkan oleh konsumen untuk barang maupun layanan sepadan dengan nilai yang diterima konsumen.

Kemudian mereka juga menolak sepenuhnya peraturan mengenai kewajiban kendaraan terdaftar atas nama badan hukum atau koperasi.penolakan ini dilakukan lantaran sama halnya dengan para pengemudi wajib mengalihkan kepemilikan kendaraan mereka kepada badan hukum/koperasi pemegang izin penyelenggaraan angkutan.

Tanpa melakukan balik nama, mereka menganggap mitra-pengemudi kehilangan kesempatan untuk memberikan jasanya kepada para konsumen.

GoJek, Grab dan Uber sendiri mendukung peraturan terkait dengan uji KIR bagi setiap kendaraan. Namun ketiganya meminta pengecualian agar pemerintah memberikan jalur khusus untuk melakukan uji KIR.

Fasilitas termasuk penyediaan antrean khusus bagi para pengemudi trasnportasi online sehingga dapat memudahkan mempercepat proses pengurusan uji KIR.

Perusahaan aplikasi layanan transportasi tersebut juga kompak meminta masa tenggang selama Sembilan bulan sejak Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 efektif diterapkan untuk proses transisi.

Baca Juga GoJek Jadi Sponsor Utama Liga 1?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY