Beragam Fakta Menarik dibalik Fenomena Equinox yang Musti Kamu Ketahui!

    0
    393
    fenomena-equinox
    Copyright©cdimage

    Beragam Fakta Menarik dibalik Fenomena Equinox yang Musti Kamu Ketahui!

    Indowarta.com – Seperti dikabarkan sebelumnya, fenomena Equinox yang akan terjadi pada akhir Maret 2017 tidak akan memberikan efek terhadap peningkatan suhu udara yang drastis. Di Tanah Air, jika fenomena ini terjadi suhu udara diprediksi setidaknya kisaran di 32 – 36 derajat celcius.

    Equinox adalah sebuah fenomena ketika Matahari berada di lintasan garis khatulistiwa. Fenomena tersebut terjadi sebanyak 2 kali dalam satu tahun tepatnya pada 21 Maret dan 23 September.

    Ada beberapa fakta menarik seputar fenomena ini, laman Bustle pada Jumat (17/3) memuat 5 fakta Equinox. Apa saja fakta tersebut?

    Yang pertama, Equinox berlangsung 2 kali selama satu tahun. Prediksi dari astronom berkisar pada bulan Maret dan juga September, tepatnya pada 21 Maret dan 23 September. Namun bisa jadi prediksi tersebut meleset ke tanggal selain itu, hanya saja pada bulan yang sama.

    Fenomena ini juga mendapatkan sebutan yang berbeda. Di wilayah belahan bumi bagian utara mereka menyebut dengan ekuinoks yang terjadi pada Maret sebagai Vernal (musim semi) Equinox. Sedangkan di bagian belahan Bumi selatan disebut dengan Autumnal Equinox.

    Yang kedua, para astronom di belahan bumi utara menggunakannya sebagai patokan untuk dimulainya musim semi pada Maret. Musim akan berakhir pada titik balik Matahari pada Juni, yakni ketika musim panas akan dimulai.

    equinox
    Copyrigth©beritacenter

    Berbeda dengan wilayah bumi selatan, fenomena yang terjadi pada September menjadi penanda awal musim semi mereka.

    Yang ketiga, fenomena Equinox akan menghadirkan fenomena siang dan malam dengan durasi yang sama, kenyataannya, Bumi justru lebih lama mengalami waktu ketika siang hari saat fenomena tersebut berlangsung.

    Yang keempat, fenomena ini disebutkan akan menjadi waktu yang pas untuk menyaksikan peristowa Aurora Borealis di belahan bumi utara. Seperti yang dijelaskan NASA, aktivitas geomagnetik akan berlangsung selama dua kali lebih intens ketika musim semi dan gugur.

    Dan yan terakhir, fenomena ini juga menjadi perayaan kebudayaan di beberapa wilayah. Seperti masyarakat di Tiongkok misalnya merayakan Equinox pada Maret dengan tradisi menyeimbangkan telur. Telur – telur tersebut dalam posisi yang sejajar menandakan kesuburan dan pertanda keuntungan.

    BACA JUGA Tak Ada Dampak yang Ekstrem Dibalik Fenomena Equinox!

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY