Kekhawatiran Warga Gorontalo Ketika Munculnya Fenomena Equinox!

    0
    238
    equinox
    Copyrigth©The Weather Channel

    Kekhawatiran Warga Gorontalo Ketika Munculnya Fenomena Equinox!

    Indowarta.com – Beberapa warga yang berada di Kota Gorontalo mengungkapkan jika mereka merasa khawatir tentang kemungkinan adanya efek negatif dari peristiwa alam rutin yakni Equinox yang akan terjadi pada 20 Maret 2017.

    Warga setempat bernama Nuwa Abdulah, mengaku khawatir terkait isu terjadinya peningkatan suhu yang tajam ketika terjadinya equinox, hingga membuat pengaruh terhadap daya tubuh.

    “Gorontalo kan memang panas cuacanya, kalau terjadi equinox setahu saya akan makin panas. Takut nanti jadi sakit atau minimal sakit kepala,” ucap Nuwa di Gorontalo pada Minggu (19/3).

    Karena rasa khawatir tersebut, Nuwa memiliki rencana untuk tidak keluar rumah pada 21 maret nanti, demi menghindari dampak dari Equinox.

    Sedangkan warga lainnya bernama Nuryana mengatakan jika tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari fenomena Equinox, hanya saja tetap perlu antisipasi jika saja timbul dampak pada hari tersebut.

    “Saya sih berencana pakai payung dan tabir surya saja, soalnya banyak yang bilang nanti cuaca akan panas. Tapi kalau baca-baca berita lagi, katanya tidak ada dampak berarti. Ya tetap diantisipasi saja,” ucapnya.

    Sedangkan itu, Badan Meteorologo Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat agar tidak terlalu mengkhawatirkan dampak dari fenomena Equinox seperti isu – isu yang beredar selama ini.

    equinox

    Fathuri seorang Prakirawan BMKG menuturkan jika panas terika ketika fenomena tersebut terjadi berganting pada kondisi dari geografis daerah.

    “Walaupun matahari berada diatas wilayah kita, faktor musim dan angin berpengaruh mengusir panas terik tersebut. Contohnya di daerah yang banyak angin, di wilayah dataran tinggi, dan daerah yang lagi musim hujan, panas matahari maksimum tidak terlalu berpengaruh,” jelas Fathuri.

    Equinox sendiri adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika matahari melintasi garis khatulistiwa yang akan terjadinya sebanyak dua kali dalam setahum, yakni pada 21 Maret dan 23 September. Keberadaan dari fenomena ini tidak selalu berakibat pada peningkatan suhu udara, dimana rata – rata suhu maksimal di wilayah Indonesia dapat mencapai 32 – 36 derajat celcius.

    Masyarakat tetap diminta mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas, dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

    BACA JUGA Beragam Fakta Menarik dibalik Fenomena Equinox yang Musti Kamu Ketahui!

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY