Berita Terkini: Wabup Klaten dipanggil KPK Soal Kasus Suap Promosi Jabatan!

0
274
jubir KPK
Copyright©twitter

Wabup Klaten dipanggil KPK Soal Kasus Suap Promosi Jabatan!

Indowarta.com – Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani akhirnya dipanggil oleh KPK sebagai saksi untuk Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini. Saat ini Sri Mulyani menjadi pelaksana tugas (plt) bupati dipanggil terkait dengan perkara dugaan suap promosi jabatan di Klaten.

Menurut keterangan yang diberikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah pada Senin (20/3), Sri Mulyani dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SHT (Sri Hartini).

Rupanya Sri Mulayani bukan salah satunya saksi yang dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasalnya anak Bupati Klaten, Andy Purnomo yang juga sebagai anggota DPRD Klaten turtut dipanggil menjadi saksi.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Tetapkan Miryam Haryani Buron, KPK Malah Disebut Sok Gagah!
Bupati Klaten
Copyrigth©Okezone

Selain itu masih ada satu orang anggota DPRD Kalten lainnya yang juga turut dipanggil, yakni Eko Prasetyo. Pemkanggilan juga dilakukan kepada Slamet selaku Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalten.

Selanjutnya ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pertanian Klaten Nugroho Setiawan, ajudan dari Bupati Klaten Nisa Puspitasari dan ajudan lainnya yakni Edy Dwi Hananto.

Ada juga dua pihak swasta yang tak luput dari pemanggilan KPK yakni Sunarso dan Dina. Sri Hartini yang berstatus sebagai tersangka juga akan dipanggil guna proses pemeriksaan.

Dalam kasus dugaan suap promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten itu Bupati Klaten, Sri Hartini dan satu orang PNS, Suramlan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Diketahui awalnya KPK berhasil menyita barang bukti yakni uang tunai Rp 80 juta dari kediaman pribadi SHT.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Rapat Paripurna Hak Angket KPK Ricuh, Beberapa Anggota DPR Walk Out!

Kemudian dalam rumah dinas Sri Hartini saat operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pasa 30 Desember 2016 lalu, juga ditemukan lagi uang tunai sebesar Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SDG 2.035 yang turut disita.

Kemudian pada Minggu 1 Januari 2017 lalu, KPK kembali melakukan penggeledahan rumah dinas Sri dan kembali menemukan uang tunai sebesar Rp 3 miliar yang didapatkan dari kamar anaknya yang juga sebagai anggota DPRD, Andy Purnomo.

Dari kamar Sri sendiri juga diemukan uang tunai sejumlah Rp 200 juta. Andy yang juga sebagai Agggota DPRD Klaten, sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan kasus suap promosi jabatan di PemKab Klaten yang menjerat sang ibu.

Baca Juga Berita Terkini: KPK Masih Rahasiakan Kasus Besar Tandingan E KTP!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY