Berita Terkini : 10 WNI Masih Dijaga ketat Saat Disandera Oleh Jim Dragon, Pemimpin Senior Kelompok Abu Sayyaf !

0
1550
abu sayyaf

Berita Terkini : 10 WNI Masih Dijaga ketat Saat Disandera Oleh Jim Dragon, Pemimpin Senior Kelompok Abu Sayyaf !

indowarta.comAbu Sayyaf hingga saat ini masih belum membebaskan sandera-sanderanya. Terdapat 10 sandera merupakan Warga Negera Indonesia. Dilaporkan para WNI disandera oleh dua pemimpin senior kelompok Abu Sayyaf yaitu Alhabsy Misaya, dan Uddon Hassim.

Berdasarkan sumber dari militer Filipina, Kamis 31 Maret 2016 WNI itu dibawa oleh sekitar 15 anggota Abu Sayyaf. Sandera dibawa ke kota pantai Kalingalan Caluang Provinsi Sulu sejak hari minggu lalu. Sumber intelejen militer Filipina ini enggan memberikan identitasnya karena merasa tidak berhak berbicara dengan media.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga Kalingalan Caluang ada yang mengaku melihat speedboat datang dari Languyan, Tawi Tawi. Setelah tiba di Kalingan Caluang, kelompok Abu Sayyaf membawa para sandera WNI bergerak ke desa Kambing dan menumpang di sebuah mobil jeep. Mobil jeep itu menuju kediaman pemimpin senior Abu Sayyaf lalinnya.

Pemimpin senior yang disebut diatas adalah Junior Lahab alias Jim Dragon. Yang disebut dengan kediaman Jim Dragon adalah di desa Masjid Pununjung dan masih berada di wilayang Kalingalan Caluang.

abu sayyaf

Berdasarkan sumber dari militer Filipina, 10 WNI tersebut disandera oleh anggota Abu Sayyaf yang bernama Sabirul Sahiyal, Taib dan Lukman yang merupakan pengikut Misaya. Angkatan bersenjata Filipina telah berada di Sulu dan bersiap untuk menghadapi kelompok Abu Sayyaf.

Disisi lain, tawaran bantuan juga telah dilayangkan pihak militer dan kepolisian Indonesia. Namun bantuan tersebut ditolak oleh Filipina. Armed Forces of the Phililppines menyatakan tidak memerlukan bantuan yang diajukan oleh Indonesia.

Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu menyatakan siap membantu dalam upaya penyelamatan sandera ini. Namun dia juga tidak memaksakan kehendaknya karena kasusu ini terjadi di luar negeri. Dia hanya bisa menunggu, namun biila pihak Filipina membutuhkan bantuan, dia akan membantu.

Kelompok Abu Sayyaf memberikan ultimatum kalau mereka meminta tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp 15 milliar. Tebusan itu harus diberikan palling lambat pada 8 April 2016.

baca juga :

Berita Terkini: Teroris Filipina Abu Sayyaf Menyandera 10 Awak Kapal Brahma Minta Tebusan 15 Miliar Rupiah!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here