Berita Terkini: Hoax Picu Keributan Sampai Kericuhan!

    0
    411
    anti-hoax
    Copyrigth©The Indonesian Institute

    Berita Terkini: Hoax Picu Keributan Sampai Kericuhan!

    Indowarta.com – Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informasi mengatakan bahwa berita hoax bukan lah sekedar informasi palsu. Tetapi lebih dari itu, berita hoax yang dapat menjadi viral di media sosial dapat memicu timbulnya keributan, dan juga dapat merembet hingga menjadi sebuah kerusuhan.

    Hal ini dituturkan oleh Rudi dalam sebuah rangkaian kegiatan Deklarasi Masyarakat Kalimantan Barat Anti Hoax bersama yang digelar di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, pada Minggu (19/3).

    Informasi palsu tersebut, menurutnya dapat menguras energi dan memiliki peluang untuk mengganggu keamanan nasional. Pemerinta pun kini menanggapi serius dalam usaha melawan berita – berita yang belum tidak diketahui kebenarannya.

    Ia juga menuturkan, di era yang serba digital ini, berita hoax dapat menyebar dengan sangat cepat dan dapat diserap masyarakat begitu saja. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan langkah – langkah demi mengurangi beredarnya berita – berita palsu tersebut, salah satu caranya adalah dengan melakukan pemblokiran situs.

    rudiantara
    Copyrigth©Elshinta

    “Pemblokiran sebenarnya merupakan langkah akhir. Nah, untuk tingkat Provinsi, Kalimantan Barat menjadi Provinsi pertama dalam deklarasi masyarakat Anti Hoax,” ucap Rudiantara, pada Minggu (19/3).

    Rudi juga mengatakan jika pemerintah mendukung adanya semacam kode etik dalam menggunakan media sosial. Kode etik tersebut akan menjadi batasan, dan seluruh penduduk negara Indonesia harus melawan berita hoax.

    Di sisi lain, Cornelis yakni Gubernur Kalimantan Barat menghimbau kepada masyarakat Kalbar khusunya kepada kaula muda agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan positif dan dapat menciptakan aplikasi yang berguna bagi masyarakat.

    “Teknologi ini sudah tanpa batas, kita maunya hal-hal yang positif dan bisa memudahkan masyarakat kita, jadi bagaimana petani bisa memotong mata rantai kelompok tertentu, sehingga hasil pertaniannya bisa langsung kepada pembeli dengan menggunakan aplikasi TI terutama harga,” ucap Cornelis.

    Cornelis menambahkan bahwa Teknologi Informasi kini dapat membantu manusia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk menghancurkan negara dengan menyebarkan sesuatu yang dapat menebarkan permusuhan.

    Oleh sebab itu dirinya berharap anak – anak muda di Kalbar menggunakan maupun menciptakan media sosial atau aplikasi yang bermanfaat positif dan tidak menyebarkan berita hoax.

    BACA JUGA Berita Terkini: Kabar Penumpang GoJek Tewas Akibat Gamis Tersangkut Ternyata Hoax!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here