Berita Terkini: Tarif Baru Taksi Online Resmi diitetapkan Oleh Pemda, Seperti Angkot!

0
792
Tarif Taksi Online
Copyrigth©idnews

Berita Terkini: Tarif Baru Taksi Online Resmi diitetapkan Oleh Pemda, Seperti Angkot!

Indowarta.com– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini telah memastikan bahwa tarif untuk taksi onlline tidak akan jauh berbeda dengan tarif konvensional. Hal ini telah diatur di dalam ketentuan tarif batas bawah dan juga tarif batas atas sesuai dengan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub yakni Pudji Hartanto ini telah mengatakan bahwa tarif taksi online tersebut akan ditetapkan oleh pemerintah daerah. Nanti pada per 1 April 2017 ini semua kepala daerah sudah mengeluarkan mengenai batasan tarif untuk mengatur keberadaan taksi onlilne di wilayahnya masing-masing, seperti yang selama ini telah dilakukan terhadap angkot dan juga moda transportasi umum yang lainnya juga.

Tarif Taksi Online
Copyrigth©newshub

Pudji di Kantor Ombudsman Kuningan, Jakarta pada hari Senin 20 Maret 2017 ini telah mengatakan “Paling tidak ada batasan di situ, ada batas bawah dan atas, batas bawah pastinya lebih murah. Enggak mungkin batasnya lebih mahal dari taksi konvensional, nanti yang atur Pemda”.

Menurut Pudji, setelah itu uji publik ini akan selesai. Pada saat ini pembahasan mengenai tarif batas atas dan jgua batas bawah ini sudah bergulir di kepala daerah. Hal ini dilkaukan karena setiap daerah berbeda dalma urusan tarif angkutan.

Pujdi mengatakan “Silakan ini kan sudah bergulir, sosialisasi ini, jadi yang atur kepala daerah. Mereka akan atur itu bagaimana tentang tarif, yang tahu daerah, jadi daerah satu dengan yang lain beda”. Mantan perwira tinggi Polri ini telah mengatakan bahwa tidak akan ada lagi perubahan dalam revisi peraturan yang dirilis oleh Menteri Perhubungan itu. Tidak ada penolakan perusahaan aplikasi taksi daring selama uji publik yang sudah dilakukan selama dua kali ini.

Pudji mengatakan “Itu tegas dan tertulis juga tak ada, bukan saya komentari misal ada dari pimpinan perusahaan menyatakan uji publik pertama (masukan) kuota dan tarif tak dimasukkan, salah besar itu. Salah besar dari mulai pertama dan kedua materinya itu-itu saja, ada 11 enggak berubah”.

baca juga :

Cerita Driver GoJek Gigih Demi Pesanan Sate Padang Berlangganan Ini Bikin Haru Netizen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here