Berita Terkini: Pemerintah Diminta Permudah Syarat dapatkan Rumah Untuk Program MLT BPJS Ketenagakerjaan!

    0
    226
    junaidi
    Copyrigth©Kompas

    Berita Terkini: Pemerintah Diminta Permudah Syarat dapatkan Rumah Untuk Program MLT BPJS Ketenagakerjaan!

    Indowarta.com – Junaidi Abdillah selaku Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengharapkan bahwa pemerintah akan mempermudah syarat untuk seluruh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna mendapatkan rumah.

    Hal ini menyusul langkah dari pemerintah yang memberikan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dan pembiayaan untuk pengembang melalui program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

    Fasilitas tersebut juga melingkupi fasilitas pinjaman uang muka perumahan (PUMP) serta pinjama renovasi perumahan (PRP).

    “Kalau bisa, DP (down payment) satu persen itu berlaku untuk semuanya, jangan hanya berlaku untuk teman-teman yang berpenghasilan tetap saja,” ucap Junaidi setelah bertemu dengan Wakil Presiden yakni Jusuf Kalla yang berada di Kantor Wapres pada Senin (20/3).

    junaidi
    Copyrigth©Kompas

    Program MLT sendiri telah diatur dalam Permenaker Nomor 35 Tahun 2016, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    Adapun syarat bagi masyarakat untuk mendapatkan program MLT ini:
    1. Telah terdaftar aktif minimal selama 1 tahun sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
    2. Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran serta tidak berstatus Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.
    3. Belum memiliki rumah sendiri.
    4. Untuk renovasi rumah, dana dipergunakan hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri.
    5. Peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

    Setelah ketentuan tersebut, makan maksimal pemberian dari KPR dan PUMP untuk MBR hingga mencapai 99 persen dari harga rumah. Dengan begitu, masyarakat dapat memiliki rumah hanya dengan uang muka satu persen saja. Tetapi Junaidi, menyesalkan program tersebut hanya dapat berlaku untuk masyarakat yang bepenghasilan tetap saja.

    “Banyak masyarakat yang belum mendapat rumah itu adalah pekerja informal dan itu penting. Mereka tidak bisa beli rumah karena enggak bankable, kasihan. Padahal, mereka itu termasuk data backlog,” ucap Junaidi.

    Backlog sendiri merupakan masyarakat yang belum mempunyai rumah atau telah mempunyai rumah namun tidak layak untuk ditempati. Menurutnya, sejak program MLT itu dicanangkan, terjadi kenaikan permintaan rumah dari sejumlah masyarakat. Walaupun begitu, ia tetap berharap agar pemerintah bisa mempermudah syarat tersebut.

    BACA JUGA Berita Terkini: Fasilitas KPR BPJS Ketenagakerjaan Masih Menunggu Lagi!

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY