Berita Terkini: Lewat M Nazaruddin, KPK Bakalan Bongkar Fakta Sidang E KTP!

0
1036
ektp
Copyright©indonews

Berita Terkini: Lewat M Nazaruddin, KPK Bakalan Bongkar Fakta Sidang E KTP!

Indowarta.com – Muhammad Nazaruddin yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat adalah orang yang pertama kali membongkar keterkaitan para penyelenggara negara dalam kasus e – KTP kepada pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia sendiri yang sempat dimintai keterangannya oleh pihak penyidik KPK dirasa penting guna dihadirkan dalam sidang e – KTP yang merugikan negara hingga mencapai Rp 2,3 trilin tersebut.

Febri Diansyah selaku Juru Bicara dari KPK ketika berada di kantornya yang berada di Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Senin (20/3) mengatakan bahwasannya jika Nazaruddin dibutuhkan nantinya ia akan dipanggil dan dihadirkan dalam proses persidangan.

Febri memiliki harapan bahwa nantinya Nazaruddin akan dapat memberikan keterangan yang lebih dalam lagi di sidang e – KTP berkaitan dengan pihak – pihak yang terlibat dan diduga telah menerima dana korupsi tersebut.

Apalagi di dalam dakwaan terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto, nama Nazaruddin sendiri juga disebiut sebagai salah satu orang yang terlibat.

nazaruddin
Copyrigth©pinterest.com

“Nazar beri informasi cukup banyak diawal terkait kasus e-KTP. Jadi, keterangan Nazar penting meskipun tidak hanya dari satu saksi saja,” ucap Febri ketika berada di kantor KPK.

Dua mantan anak buah Gamawan Fauzi yaitu Irman dan Sugiharto sebelumnya dalam sidang e – KTP telah didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama – sama dalam mega proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e – KTP. Keduanya didakwa telah merugikan negara hingga mencapai Rp 2,3 triliun.

Irman sendiri adalah seorang mantan Direktur Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Sedangkan terduga Sugiharto adalah seorang mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Karena perbuatannya tersebut, Irman maupun Sugiharti sama – sama didakwa karena telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa pada sidang e – KTP telah disebutkan nama – nama besar yang diduga juga terlibat menerima aliran dana dari proyek yang bernilai Rp 5,9 triliun tersebut.

BACA JUGA Berbagai Fakta Menarik Dibalik Sidang Kedua Kasus E KTP!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here