Berita Terkini: Akan Ada Gangguan Lain di Indonesia Setelah Fenomena Equinox?

    0
    1707
    Equinox
    Copyrigth©almanac

    Berita Terkini: Akan Ada Gangguan Lain di Indonesia Setelah Fenomena Equinox?

    Indowarta.com – Fenomena Equinox bisa terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni sekitar 21 Maret dan 23 September, dimana Matahari tengah berada tepat di atas khatulistiwa.

    Ketika itu, siang dan malam masing – masing memiliki durasi waktu 12 jam di seluruh dunia, selain kutub. Tetapi kali ini, fenomena tersebut kembali memicu kehebogan pasalnya sebuah pesan yang tidka jelas kepastiannya menyebutkan bahwa suhu di Singapura, Malaysia dan Indonesia dapat meingkat hingga 40 derajat celcius.

    Namun hal tersebut langsung ditampik oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lewat Hary Djatmiko selaku Kepala Humas ia menjelaskan bahwasannya fenomena Equinox tidak selalu berakibat pada peningkatan suhu udara yang drastic, tidak sama dengan heat wave yang menimbulkan panas dalam waktu yang lama.

    Seperti dikutip dari News.com.au pada Selasa (21/3), fenomena ini dapat menyusul akibat lain yakni gangguan pada radio, televisi maupun internet. Para ahli juga menuturkan bahwa satelit buatan manusia yang mengorbit kurang lebih pada ketinggian 36 ribu kilometer di atas Bumi.

    Ketika Equinox terjadi, tidak ada masalah yang muncul. Tetapi pada hari yang ke 14, ketika matahari melewati satelit – satelit tersebut dan melepas energi yang begitu besar, hal tersebut dapat mengganggu sinyal dari satelit.

    sunoutage-head
    Copyright©News

    Walaupun hanya berlangsung selama 10 menit lamanya, namun efeknya dapat meluas, gangguan dari radiasi sang surya dapat memiliki efek buruk terhadap satelit – satelit geostasioner yang mengelilingi Bumi dengan frekuensi satu kali putaran dalam sehari atau 24 jam. Dari permukaan tanah, satelit tersebut nampak diam di langit.

    Satelit geostasioner sendiri berhubungan dengan siaran televise dan radio, telekomunikasi serta konelsi internet National Broadband Network (NBN) yang berada di Australia.

    Saat matahari melintas di garis khatulistiwa sekaligus selama berlangsungnya fenomena Equinox, matahari juga lewat di bagian belakang satelit tersebut. Menurut Dr Elias Aboutanios hal tersebut disebut dengan gangguan sun outages atau gerhana satelit.

    Sedangkan ahli cuaca antariksa, Dr Brett Carter menjelaskan, dikarenakan perbedaan lintang tidak semua kota akan mengalami gangguan secara bersamaan.

    “Makin rendah garis lintang, lebih dekat ke equinox, makin maksimal gangguan yang terjadi.” Jelasnya.

    BACA JUGA Berita Terkini: Suhu Di Jakarta Nanti Akan Diprediksi Sampai 35.6 Derajat Celcius Saat Terjadi Equinox!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here