Berita Terkini: BMKG Berikan Penjelasan Kenapa Bisa Terjadi Hujan Es di Jakarta!

0
472
hujan es jkt
Copyrigth©Twitter

Berita Terkini: BMKG Berikan Penjelasan Kenapa Bisa Terjadi Hujan Es di Jakarta!

Indowarta.com – Dilaporkan telah terjadi hujan es di beberapa kawasan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Butiran es berukuran kecil berjatuhan di sertai dengan hujan deras yang bersamaan dengan petir mengguyur wilayah Jakarta kemarin sore.

“Itu adalah pergerakan monsun di mana musim pancaroba akan mulai. Hujan es biasa. Sebenarnya kristal, bukan es. Itu akibat penumpukan partikel dalam awan sebelum hujan,” ucap Prof Wayan Suparta seorang peneliti perubahan iklim pada Selasa (28/3) malam.

Wayan sendiri adalah seorang peneliti yang juga mengajar di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Saat ini Wayah sedang melakukan penelitian mengenai dampak perubahan iklim dengan mencari petir di Antartika.

Wayan sendiri mengatakan  hujan es batu biasanya terjadi pada wilayah yang lingkungannya lebih sejuk dan sering diguyur hujan. Wilayah khatulistiwa yang memiliki iklim tropis pun tetap dapat mengalami hujan tersebut.

WAJIB BACA :  Akhir Pekan, BMKG Himbau Waspadai Hujan Berpetir dan Berangin Kencang!

“Itu akibat awan cumulonimbus (Cb) yang mengalami pendinginan sebelum sempat mencair atau jatuh ke bumi. Kalau di daerah musim sejuk itu akan menghasilkan hujan salju,” terang Wayan.

hujan es jakarta
Copyrigth©Twitter

Hujan es tersebut umumnya terjadi hanya beberapa menit sampai beberapa jam saja. Di sisi lain hujan es relative tidak akan memunculkan dampak kerusakan yang besar. Hujan ini sebelumnya mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (28/3) sore. Kristal – kristal es tersebut turun beserta hujan deras dan petir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memberikan penjelasannya mengenai bagaimana fenomena hujan tersebut dapat terjadi. Berikut ini adalah tanda dari terjadinya hujan deras atau hujan es bersamaan dengan kilat atau petir dan angin kencang dalam waktu singkat yaitu:

WAJIB BACA :  Akhir Pekan, BMKG Himbau Waspadai Hujan Berpetir dan Berangin Kencang!

Sehari sebelumnya udara pada malam hari sampai pagi terasa panas dan juga gerah. Udara terasa panas dan gerah dikarenakan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara pada saat pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5 derajat celcius) bersamaan dengan kelembapan yang tinggi ditampakkan dari nilai kelembapan udara lapisan 700 mb (>60%).

Dari pukul 10.00 pagi, nambah tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis – lapis). Diantara awan kolombus itu ada satu jenis awan yang memiliki batas tepinya sangat jelas yang berwarna abu – abu menjulang tinggi layaknya bunga kol.

Setelahnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu atau hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus. Pepohonan bagian dahan atau rantingnya akan mulai bergoyang cepat. Dapat kita rasakan ada sentuhan udara dingin.

WAJIB BACA :  Akhir Pekan, BMKG Himbau Waspadai Hujan Berpetir dan Berangin Kencang!

Lalu biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras yang tiba – tiba. Jika hujannya hanyalah gerimis, kejadian angin kencang akan jauh dari tempat kita.

Jika selama 1 – 3 hari berturut – turut tidak ada hujan saat musim pancaroba, ada tanda – tanda potensi hujan lebat yang pertama kali turun disertai dengan angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung ataupun yang tidak.

BACA JUGA Berita Terkini: Muncul Fenomena Alam, Indonesia Bakalan Diguyur Hujan lebat 7 Maret Besok?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY