Dituding PKI, Wali Kota Bekasi Polisikan Orator Ini!

0
1303
Wali Kota Bekasi
Copyrigth©infobekasi

Dituding PKI, Wali Kota Bekasi Polisikan Orator Ini!

Indowarta.com- Wali Kota Bekasi yakni Rahmat Effendi telah melaporkan orator demo Gereja Santa Clara yakni ismail Ibrahim ke Poda Metro Jaya. Ismail telah didiuga melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Polisi pada saat ini tengah menyelidikan laporan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ini pada hari Sabtu 1 April 2017 ini telah mengatakan “Iya betul ada laporan itu, yang laporan lawyer-nya. Sedang kita selidiki laporannya”. Argo mengatakan bahwa Wali Kota Bekasi ini telah melaporkan Ismail terkait dengan penyampaiannya pada saat demo. Rahmat merasa bahwa nama baiknya telah dicemarkan karena telah dituding sebagai PKI.

Pada saat ini penyidik sendiri masih mendalami laporan ini. Penyidik akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menentukan kelanjutan laporan ke tahap penyidikan. Naupal Al Rasyid yang merupakan kuasa hukum Wali Kota Bekasi ini telah mengatakan bahwa sebenarnya ada banyak demonstran yang dianggap telah mencemarkan nama baik Wali Kota Bekasi ini.

Wali Kota Bekasi
Copyrigth©detik

Naupal mengatakan “Intinya betul kita laporan terhadap orator demo. Sebetulnya ada banyak, tetapi yang kita laporkan salah satunya Ismail itu”.

Laporan ini tertuan di dalam nomor TRL/1582/III/2017/PMJ/Ditreskrimum dengan tanggal 30 Maret 2017. Ismail telah dilaporkan dengan pasal Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah.

Karena dianggap masih dalam status Quo, pembangunan Gereja Santa Carla ini telah didemo oleh massa. Wali Kota Bekasi ini telah menegaskan bahwa pembangunan Gereja Santa Carla ini hanya bisa diberhentikan atas perintah dari hukum. Selain itu Rahmat juga meminta untuk masyarakat agar menghormati perbedaan keyakinan satu sama lain.

Rahmat Effendi kepada awak media pada hari Senin 27 Maret 2017 ini telah mengatakan “Yang pertama kalau rumah ibadah kebutuhan nyata warga, dalam peraturan menteri pasal 13 ayat 1 itu ada bahwa membangun rumah ibadah itu adalah kebutuhan nyata. Di Bekasi Utara itu ada 33.000 Nasrani mohon maaf non Muslim, Katolik ada 7.000. Nah berarti belum ada gereja Katolik, karena kebutuhan nyata”.

baca juga :

Berita Terkini: Bentrok Pendemo Gereja Berlanjut Anarkis, 3 Anggota Polisi Alami Luka-luka!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here