MUI Berikan Komentar Soal Penangkapan Al Khaththath, Sekjen FUI!

0
547
Ma'ruf Amin
Copyright©Kompas

MUI Berikan Komentar Soal Penangkapan Al Khaththath, Sekjen FUI!

Indowarta.com – Saat dimintai tanggapan terkait dengan penangkapan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin terkesan irit untuk memberikan komentar.

Seperti yang telah diketahui, kini Al Khaththath menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemufakatan makar. Ia diamankan oleh pihak kepolisian sebelum aksi damai 313 yang berlangsung pada Jumat, 31 Maret 2017 lalu.

Saat di kantor Wapres pada Senin, 3 April 2017 kemarin, Ma’ruf menuturkan terkait dengan penangkapan Al Khaththath, lebih baik menunggu penjelasan dari pihak kepolisian saja, terkait dengan alasannya, serta bukti apa yang mereka dapatkan, saat ini pihaknya pun masih menunggu hal itu.

Sekjen FUI
Copyright©detik

Selain itu, Ketua MUI tersebut berharap agar aksi serupa 313 tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang. Karena menurutnya, kelompok organisasi keagamaan yang menyampaikan tuntutan kepada pemerintah telah menyampaikan tuntutan serupa pada aksi-aksi yang telah digelar sebelumnya, yakni seperti aksi 411 dan 212.

Pada aksi 313 lalu, massa menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disapa Ahojk tersebut diberhentikan dari jabatannya saat ini sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tak hanya itu, para peserta aksi 313 juga menuntut agar pemerintah menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap para ulama.

Ma’ruf merasa hal itu sudah cukup, dan berharap aksi serupa tidak terjadi lagi mendatang. Ia juga mengatakan bahwa saat ini umat lebih membutuhkan sebuah dialog untuk menyatukan elemen bangsa.

Maka dari itu, ia memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo beserta dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar dilangsungkan dialog nasional yang menyatukan seluruh umat beragama. Kemungkinan dialog tersebut akan dilakukan usai Pilkada.

Untuk diketahui, polisi sebelumnya menangkap Sekjen FUI, Al Khaththath, ZA, IR, V, dan M terkait dengan dugaan pemufakatan makar pada Jumat (31/3) lalu. kelimanya disangkakakn Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar.

Sementara itu V dan Mjuga dikenakan Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Pasalnya keduanya dianggap sempat melotarakan perkataan yang menghina etnis tertentu.

Baca Juga Berita Terkini: Ditangkapnya Sekjen FUI Al Khaththath Dikarenakan Kena Tuduhan Makar!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY